BREAKING NEWS

Korban Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumsel Belum Teridentifikasi, Polres Pidie Jaya Jemput Bola Lakukan Tes DNA


PIDIE JAYA — Upaya mengungkap identitas korban kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki minyak di Sumatra Selatan terus dilakukan. Polres Pidie Jaya melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) turun langsung memfasilitasi pengambilan sampel DNA keluarga korban guna mempercepat proses identifikasi forensik.



Pengambilan sampel dilakukan pada Sabtu (9/5/2026) di Gampong Pulo Gapu, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Sampel diambil dari Ainol Mardhiah (72), ibu kandung dari almarhum Zulkifli (32), yang diduga menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tragis tersebut.



Kapolres Pidie Jaya, Ahmad Faisal Pasaribu, mengatakan langkah itu dilakukan untuk membantu memastikan identitas korban secara ilmiah melalui pemeriksaan DNA.



“Pengambilan sampel dilakukan dalam bentuk darah dan mukosa bukal oleh tim Sidokkes Polres Pidie Jaya,” ujar Ahmad Faisal dalam keterangannya.



Proses tersebut dipimpin Kasidokkes Aipda Fakhrurrazi bersama tim medis kepolisian dan didampingi personel Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Dua.



Menurut Kapolres, sampel DNA yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dikirim ke Polda Aceh untuk diteruskan ke laboratorium forensik guna pemeriksaan lanjutan.



“Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan memastikan identitas korban secara akurat,” katanya.



Peristiwa kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki minyak di Sumatra Selatan sebelumnya menyita perhatian publik karena menyebabkan korban jiwa dan proses identifikasi yang tidak mudah akibat kondisi korban pascakecelakaan.



Di tengah suasana duka, keluarga korban di Pidie Jaya berharap hasil pemeriksaan DNA segera keluar agar jenazah dapat dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya.



“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkap Kapolres.



Polres Pidie Jaya memastikan akan terus berkoordinasi dengan tim kedokteran forensik Polda Aceh agar proses identifikasi berjalan cepat dan keluarga korban segera memperoleh kepastian.



Langkah jemput bola yang dilakukan kepolisian tersebut dinilai menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan Polri, terutama dalam membantu keluarga korban menghadapi situasi sulit akibat tragedi kecelakaan maut lintas provinsi itu.(pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image