Demi Selamatkan Sawah Petani, Plt Kadis Pertanian Rela Dibonceng Motor Tembus Jalan Licin
PIDIE JAYA — Di saat banyak pejabat memilih menerima laporan dari balik meja kantor, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, M Nur, justru turun langsung ke sawah menanggapi keluhan petani yang diserang hama tikus.
Aksi “gerak cepat” pejabat daerah itu menjadi perbincangan warga setelah dirinya rela dibonceng sepeda motor milik petani melewati jalan berbatu dan licin sejauh sekitar tiga kilometer demi melihat langsung kondisi areal persawahan di kawasan Pohroh, Pidie Jaya.
Salah seorang petani, Riski, mengaku terkejut sekaligus kagum dengan respons cepat yang ditunjukkan M Nur saat menerima laporan terkait serangan hama tikus yang mulai meresahkan petani setempat.
“Begitu menerima keluhan, beliau langsung turun ke lokasi. Bahkan beliau mau dibonceng motor melewati jalan yang sulit demi melihat kondisi sawah kami secara langsung,” ujar Riski.
Menurutnya, M Nur tidak datang sendiri. Ia turut didampingi sejumlah koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP), perangkat desa, keujruen blang, hingga para petani yang bersama-sama menuju lokasi menggunakan sepeda motor seadanya.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan penanganan awal dengan menyalurkan obat pencegah hama tikus kepada para petani untuk menekan ancaman gagal panen.
Aksi lapangan tersebut membuat banyak petani merasa diperhatikan. Riski bahkan mengaku salut karena M Nur dinilai tidak canggung berbaur dengan masyarakat meski harus menempuh medan sulit menggunakan kendaraan sederhana.
“Beliau tidak malu dibonceng motor petani. Itu yang membuat kami senang, karena jarang ada pejabat yang mau turun langsung seperti itu,” katanya.
Kehadiran Plt Kadis Pertanian di tengah sawah disebut memberi semangat tersendiri bagi petani yang selama ini khawatir serangan tikus akan merusak tanaman padi mereka.
Di tengah tantangan sektor pertanian dan ancaman hama yang kerap menghantui petani, aksi turun langsung ke lapangan seperti ini dinilai menjadi gambaran pendekatan cepat dan responsif yang diharapkan masyarakat dari pemerintah daerah.(Pang)

