BREAKING NEWS

Ketulusan di Balik Tuduhan: Potret Kebersamaan Warga Tanjong Glumpang Usai Banjir


​LHOKSUKON – Di tengah sisa-sisa lumpur pascabanjir yang sempat melanda Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, sebuah kisah tentang integritas dan apresiasi tulus muncul dari Gampong Tanjong Glumpang. Desa ini baru saja menorehkan prestasi sebagai gampong tercepat dalam pendataan serta pencairan dana Jatah Hidup (Jadup) bagi warganya. Namun, di balik keberhasilan itu, sebuah kabar miring sempat mengusik ketenangan warga.



​Gampong Tanjong Glumpang tercatat menduduki peringkat pertama dari 57 desa di Kecamatan Baktiya dalam hal kecepatan pelaporan dokumen banjir hingga proses pencairan dana. Kerja keras perangkat desa ini ternyata membekas di hati masyarakat. Sebagai bentuk syukur, warga secara sukarela mengumpulkan uang apresiasi untuk para perangkat desa setelah dana Jadup diterima.



​Niat tulus warga ini sayangnya disalahartikan. Sebuah kabar viral sempat menuding Geuchik (Kepala Desa) Tanjong Glumpang melakukan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan tersebut.



​Mendengar pemimpin mereka dipojokkan, warga Tanjong Glumpang tidak tinggal diam. Pada Senin (4/5/2026), mereka memberikan klarifikasi tegas kepada awak media.



​"Tuduhan itu tidak benar. Kami warga berinisiatif sendiri memberikan apresiasi tanpa adanya arahan, tekanan, ataupun paksaan dari pihak mana pun," ujar salah seorang warga dengan nada kecewa terhadap pemberitaan yang beredar.



​Masyarakat menyayangkan informasi yang tidak utuh tersebut karena berpotensi merusak nama baik desa mereka. Mereka berharap publik lebih bijak dan mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya.


Fadlisyah, Geuchik Tanjong Glumpang, menanggapi polemik ini dengan tenang. Baginya, hasil kerja nyata dalam membantu warga lebih penting daripada sekadar menanggapi rumor.



​"Ini sudah dibantah oleh warga saya sendiri. Untuk apa saya marah? Lagipula, saya memang tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan," ungkap Fadlisyah santai.



​Senada dengan Fadlisyah, Camat Baktiya, Bakhtiar, S.Sos., turut menyesalkan munculnya narasi sepihak di ruang publik. Ia menekankan pentingnya profesionalisme jurnalistik dan asas cover both sides.



​"Sangat disayangkan, seharusnya rekan-rekan wartawan mengedepankan konfirmasi sebelum mempublikasikan berita. Ini penting agar informasi berimbang dan tidak menimbulkan keresahan," tegas Bakhtiar.


​Kini, dengan adanya klarifikasi langsung dari penerima manfaat (warga), polemik tersebut diharapkan segera mereda. Warga Tanjong Glumpang berharap agar hubungan harmonis antara aparatur desa dan masyarakat yang telah terbina selama ini tidak cedera oleh persepsi negatif yang tak berdasar.(Sul)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image