Sandal Jepit Gampong Prie Keutapang Curi Perhatian di 8 Abad Aceh Utara
ACEH UTARA — Produk sandal jepit buatan industri rumahan asal Gampong Prie Keutapang, Kecamatan Meurah Mulia, menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran rangkaian delapan abad Kabupaten Aceh Utara.
Meski berasal dari skala usaha mikro, kerajinan alas kaki ini sukses menembus pasar luar daerah hingga menjangkau Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Bireuen melalui jaringan penyalur lokal.
Camat Meurah Mulia, Abd. Rahman, S.Sos., menyatakan bahwa keikutsertaan produk sandal lokal ini merupakan bentuk nyata potensi ekonomi kerakyatan yang patut diapresiasi. Sebelum dipasarkan secara lebih luas, produk tersebut mulanya hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga sekitar serta dipasarkan ke sejumlah masjid lokal.
"Pasarnya sudah sampai Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Bireuen. Ini melalui penyalur kecil-kecilan, tetapi sudah banyak yang terjual," ujar Abd. Rahman.
Di balik pencapaian tersebut, pelaku industri rumahan di Meurah Mulia sempat menghadapi kendala kapasitas produksi akibat musibah banjir yang melanda wilayah setempat.
Sebagian besar warga yang juga berprofesi sebagai petani harus kembali fokus menggarap sawah setelah kondisi lingkungan berangsur normal, sehingga volume pembuatan produk sempat mengalami penurunan.
Meski demikian, momentum pameran ini membuktikan bahwa produk lokal desa memiliki daya saing yang tinggi. Guna mendukung keberlanjutan usaha, pemerintah setempat berharap agar proses legalitas dan sertifikasi halal bagi produk-produk home industry dapat segera rampung. Kelengkapan izin tersebut dinilai krusial untuk mendongkrak kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan distribusi ke pasar yang lebih besar.
Apresiasi turut disampaikan kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., atas terselenggaranya perhelatan akbar yang memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk bangkit dan memperkenalkan karya asli daerah.
Melalui pameran ini, produk sandal jepit Gampong Prie Keutapang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Utara.(sul)

