BREAKING NEWS

Perayaan Megah 800 Tahun Aceh Utara di Tengah Jeritan Warga yang Menanti Janji

Foto: Jalan penghubung desa Ule Gunong - Ule Tanoh kecamatan Lhoksukon yang hancur

​ACEH UTARA — Di balik gegap gempita perayaan Hari Jadi ke-800 Kabupaten Aceh Utara yang bertajuk "Piasan Pasee", terselip kisah pilu yang dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah tersebut.


Pesta rakyat yang dijadwalkan berlangsung meriah di halaman kantor bupati pada tanggal 7 hingga 13 September 2026 ini, dengan berbagai sajian kuliner dan pertunjukan seni budaya, terasa kontras dengan kenyataan pahit yang masih harus dihadapi oleh para korban bencana alam.


​Hingga saat ini, bantuan uang jadup (jaminan hidup) dan stimulan pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu banyak yang tak kunjung cair.


Warga yang menjadi korban banjir masih harus bertahan dalam keterbatasan ekonomi tanpa kepastian uluran tangan pemerintah kabupaten.


​​Tidak hanya persoalan bantuan yang macet, kekecewaan masyarakat semakin memuncak akibat infrastruktur jalan penghubung antar-gampong dan kecamatan yang luput dari perhatian.


Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan utama mengalami kerusakan parah hingga menyerupai kubangan kerbau.


​Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di jalur penghubung Gampong Ule Gunong dan Ule Tanoh di Kecamatan Lhoksukon. Kerusakan serupa juga terjadi di ruas Gampong Leubok-Lapang serta Alue Leuhop-Batu XII, yang mencakup beberapa gampong lainnya di Aceh Utara. Aspal jalan telah lama terkelupas, meninggalkan lubang-lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.


​​Kondisi jalan yang rusak parah tersebut tidak hanya memicu seringnya kecelakaan lalu lintas, tetapi juga melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga. Mobilitas anak-anak sekolah terhambat, sementara para petani dan pedagang kesulitan mengangkut hasil bumi untuk dipasarkan ke pusat kecamatan.


​"Kondisi jalan banyak rusak dan berlubang, aspalnya sudah terkelupas tapi belum ada perbaikan sama sekali," keluh Ismail, seorang warga yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut, Sabtu (5/9/2026).


​Menyikapi kemeriahan perayaan satu milenium kabupaten yang berada di ambang mata, masyarakat Aceh Utara menitipkan harapan besar kepada pemerintah setempat.


Mereka mendesak agar perbaikan infrastruktur jalan segera direalisasikan sebelum jatuhnya korban jiwa lebih banyak, serta menuntut kejelasan penyaluran hak-hak korban banjir yang hingga kini tertunda demi memulihkan kembali roda perekonomian rakyat kecil. (**) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image