BREAKING NEWS

T A Khalid Apresiasi Refocusing Anggaran KKP untuk Percepat Pemulihan Tambak Pascabencana di Aceh


PIDIE JAYA – Anggota Komisi IV DPR RI T A Khalid mengapresiasi langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melakukan refocusing anggaran internal guna mempercepat pemulihan tambak petambak yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.


Pernyataan tersebut disampaikan T A Khalid saat menghadiri penebaran benih udang dan penyerahan bantuan pakan kepada petambak bersama Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura di Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat.


"Sebagai mitra KKP di Komisi IV DPR RI, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KKP. Anggaran rehabilitasi dari pemerintah memang masih berproses, tetapi KKP mengambil langkah cepat dengan melakukan refocusing anggaran internal agar pemulihan di Aceh tidak perlu menunggu lebih lama," kata T A Khalid.


Menurut dia, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana.


Ia menjelaskan, apabila hanya menunggu proses anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi, pelaksanaan program diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, KKP mengalihkan sebagian anggaran internal untuk mendukung rehabilitasi tambak dan mengembalikan aktivitas budidaya masyarakat.


"Yang terpenting bagi kami bukan sekadar memperbaiki tambak, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan," ujarnya.


T A Khalid mengatakan konsep pemulihan yang dijalankan KKP bersama Komisi IV DPR RI tidak berhenti pada pembangunan fisik tambak. Setelah rehabilitasi selesai, pemerintah juga akan memberikan bantuan benih udang dan pakan untuk satu siklus budidaya sehingga petambak dapat kembali mandiri.


Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh hingga pemerintah kabupaten/kota, memperkuat koordinasi agar target penyelesaian rehabilitasi pada Agustus 2026 dapat tercapai.


"Sebesar apa pun anggaran yang tersedia tidak akan maksimal tanpa sinergi semua pihak. Karena itu kami berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait dapat bekerja bersama menyelesaikan program ini," katanya.


Menurut T A Khalid, proses pemulihan pascabencana memang tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat, percepatan rehabilitasi diyakini dapat segera mengembalikan aktivitas ekonomi petambak di wilayah terdampak.


"Saya optimistis dengan semangat kebersamaan ini, rehabilitasi tambak dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat bisa kembali membudidayakan udang dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Perencanaan KKP Rudi Alek Wahyudin, Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Enggar Sadtopo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya, serta para petambak penerima bantuan.(Pangwa) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image