102 Peserta Bersaing Jadi yang Terbaik di MTQ Kecamatan Lhoksukon
LHOKSUKON — Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, resmi membuka ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2026. Kegiatan syiar Islam ini dipusatkan di halaman Masjid Al-Ihsan Matang Ubi dan akan berlangsung selama delapan hari, mulai dari 24 hingga 31 Juli 2026.
Ketua Panitia Drs. H. Azali Fuazi dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa ajang ini diikuti oleh 102 peserta terbaik dari empat kemukiman di wilayah Kecamatan Lhoksukon. Para peserta merupakan hasil seleksi ketat di tingkat kemukiman yang didampingi oleh official dan pelatih dari masing-masing kafilah.
"Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi merupakan media dakwah, syiar Islam, serta sarana pembinaan generasi Qur'ani yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujar Azali Fuazi, Jumat malam (24/7/2026).
Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Lhoksukon Tahun 2026 ini didasarkan pada program kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Lhoksukon, Keputusan Camat Lhoksukon Nomor 451.14/807/2026 tentang Pembentukan Panitia, serta hasil rapat koordinasi bersama unsur pemerintah kecamatan, LPTQ, imum mukim, forum geuchik, dan tokoh masyarakat.
Adapun cabang yang diperlombakan dalam ajang ini meliputi: Cabang Tartil Putra dan Putri, cabang Tilawah (Golongan Kanak-kanak, Remaja, dan Dewasa), Hifzil Qur'an (Golongan 1-5 Juz Plus Tilawah, serta 10, 20, dan 30 Juz), Musabaqah Qiratul Kutub (Khusus Pria sebagai cabang ekshibisi), cabang Syarhil Qur'an, cabang Fahmil Qur'an
Melalui penyelenggaraan ini, panitia berharap dapat menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan kader-kader terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Kecamatan Lhoksukon pada ajang MTQ tingkat kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam, Kadis Syariat Islam Kabupaten Aceh Utara, Imam Besar Masjid Agung Lhoksukon, para geuchik dari seluruh gampong dalam Kecamatan Lhoksukon, serta sejumlah anggota legislatif daerah dan pusat.
Sementara itu, pembiayaan kegiatan ini bersumber dari partisipasi seluruh geuchik di Kecamatan Lhoksukon, dukungan Pemerintah Kecamatan, serta sumbangan dari donatur dan masyarakat secara transparan dan akuntabel. (**)

