Atasi Kekeringan Sawah, BPP Cot Girek Usulkan Pompanisasi dan Infrastruktur Irigasi ke Kementerian
ACEH UTARA — Menghadapi ancaman kekeringan yang melanda kawasan pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, bergerak cepat merumuskan solusi konkret. Kepala BPP Cot Girek, Saiful Azhar, SP, menegaskan bahwa pihaknya tengah mengoptimalkan usulan program bantuan mesin pompa air serta pembangunan saluran irigasi pembawa guna menyelamatkan ribuan hektar lahan sawah tadah hujan di wilayah kerjanya.
Berdasarkan data terkini, total luas sawah di kawasan Cot Girek tercatat mencapai 436 hektar tersebar di 14 desa, yang seluruhnya merupakan lahan Pordolek (tadah hujan) dan sangat bergantung pada pasokan air eksternal.
"Ini yang memerlukan perhatian dari pemerintah agar hasil petani sawah meningkat," demikian dikatakan Kepala BPP Cot Girek, Saiful Azhar, SP, Selasa (21/7/2026).
Dalam upaya mempercepat penanganan, BPP Cot Girek telah mengidentifikasi beberapa titik krusial untuk penempatan mesin pompa dan pembangunan infrastruktur pendukung:
Saiful mengatakan, desa Tring diiusulkan pembangunan pompa guna mengairi areal sawah di Bukit Selamat seluas 31 hektar.
Kawasan U Baroe di wilayah ini sebenarnya telah tersedia mesin pompa, namun masih terkendala oleh ketiadaan saluran pembawa (saluran irigasi). Kebutuhan panjang saluran pembawa diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 meter. Selain itu, diperlukan pembangunan dam parit serta perluasan areal agar debit air tetap mencukupi dan tidak cepat habis saat mesin dioperasikan.
Sementara itu titik alternatif lainnya kawasan Seuneubok saat ini masuk dalam daftar pengecekan lokasi untuk potensi penempatan mesin pompa baru.
Sementara itu, wilayah tiga desa Bukit Selamat, Ule Gampong dan Batu XIII memerlukan peninjauan ulang secara cermat mengingat lokasinya yang berada di area bantaran sungai serta posisi pompa yang dinilai rawan.
Terkait mekanisme pengusulan, Saiful Azhar menjelaskan bahwa seluruh data usulan telah diinput secara resmi melalui aplikasi Banper (e-Banper). Kelengkapan data tersebut mencakup penjelasan pupuk yang diterima, dokumentasi foto lapangan, serta pemetaan poligon luas lahan hasil survei langsung untuk memastikan ketepatan sasaran pembangunan pompa.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus mengupayakan pengajuan anggaran terkait. Terlebih lagi, pada tahun 2026 terdapat peralihan penanganan ke tingkat kementerian, sehingga diharapkan seluruh usulan bantuan—termasuk Tenaga Pendamping Lapangan (TPL)—dapat segera terealisasi melalui dukungan penuh anggaran pusat.
Dengan langkah-langkah komprehensif ini, BPP Cot Girek optimis ancaman kekeringan yang kerap menghantui petani dapat segera teratasi secara berkelanjutan, sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Aceh Utara dapat terus meningkat.(***)

