BREAKING NEWS

Plt Kadis Pertanian Pidie Jaya Gerak Cepat Turun ke Sawah, Serangan Hama Tikus Mulai Ancam Panen Petani


PIDIE JAYA — Keluhan petani terkait serangan hama tikus di areal persawahan Desa Pohroh, Kecamatan Meureudu, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Tanpa menunggu lama, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sawah yang mulai rusak diserang tikus.



Langkah cepat itu dilakukan setelah laporan petani menyebutkan serangan hama tikus mulai meluas dan mengancam hasil panen warga.



“Atas arahan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah pengendalian,” ujar Plt Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Jaya saat berada di lokasi persawahan.



Dari hasil pengecekan, sekitar dua hektare sawah diketahui mengalami kerusakan cukup parah. Tanaman padi tampak rebah dan rusak akibat serangan tikus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.



Meski demikian, pemerintah daerah berupaya agar serangan tersebut tidak semakin meluas ke areal pertanian lainnya.



Tak hanya melakukan peninjauan, Plt Kadis Pertanian dan Pangan juga langsung mengoordinasikan langkah penanganan bersama Koordinator BPP Kecamatan Meureudu, Babinsa, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).



“Kami tidak ingin serangan ini semakin meluas. Hari ini juga langsung kami tindak lanjuti untuk pengendalian supaya petani tetap bisa memperoleh hasil panen maksimal,” katanya.



Gerak cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari petani setempat yang berharap persoalan hama tikus segera teratasi sebelum musim panen tiba.



Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Meureudu, Mukhlis, mengatakan hama tikus menjadi ancaman serius bagi petani karena perkembangannya sangat cepat, terutama di area sawah yang berdekatan dengan lahan tidur.



“Masih ada lahan yang tidak diolah sehingga menjadi sarang tikus sawah. Ini salah satu penyebab utama meningkatnya serangan,” jelas Mukhlis.



Ia juga menilai berkurangnya populasi burung hantu sebagai predator alami tikus turut memperparah kondisi di lapangan.



“Burung hantu sekarang sudah mulai berkurang karena diburu, padahal sangat membantu petani menekan populasi tikus,” ujarnya.



Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengimbau petani melakukan tanam serentak dan menjaga ekosistem pertanian agar serangan hama tikus dapat diminimalisir pada musim tanam berikutnya. (Pang)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image