BREAKING NEWS

Dinkes Aceh Utara Ajak Masyarakat Kelola Sampah dengan Benar, Wujudkan Lingkungan Bersih melalui PHBS


Aceh Utara - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah dengan benar sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, sekaligus mencegah berbagai penyakit yang dapat muncul akibat buruknya sanitasi lingkungan.


Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, membiarkan sampah menumpuk, serta tidak menjaga kebersihan saluran drainase dapat menimbulkan persoalan lingkungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.


 Kepala bidang Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Samsul Bahri S.K.M., M.K.M., pada Jumat (30/10/2026) mengatakan, penerapan PHBS perlu dimulai dari lingkungan terdekat, terutama rumah tangga, dengan membiasakan perilaku menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.


Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Kesadaran menjaga kebersihan harus dibangun menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya dilakukan ketika lingkungan terlihat kotor atau saat ada kegiatan gotong royong.


Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat mengundang lalat, tikus, dan berbagai vektor penyakit lainnya. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi tersebut juga dapat mengganggu kenyamanan warga serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit apabila kebersihan lingkungan tidak terjaga.


Karena itu, masyarakat diimbau membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak membuangnya ke sungai, parit, maupun saluran drainase. Warga juga dianjurkan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik dan anorganik, agar lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan kembali.


Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, dapat diolah menjadi kompos apabila dilakukan dengan cara yang tepat. Sementara itu, sampah anorganik, seperti botol plastik, kertas, dan kemasan tertentu, dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah jika tersedia.


Selain itu, masyarakat diharapkan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja sendiri, menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali, serta menghindari kebiasaan membakar sampah sembarangan yang berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan pernapasan.


Dinkes Aceh Utara juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan saluran drainase agar tidak tersumbat oleh sampah. Saluran yang tersumbat dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.


Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan juga perlu terus digalakkan dengan melibatkan keluarga, tetangga, aparatur gampong, serta berbagai unsur masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, sampah yang berserakan dapat dibersihkan, saluran air dirawat, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.


Penerapan PHBS dalam pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada imbauan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan. Peran keluarga sangat penting dalam memberikan contoh kepada anak-anak agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sejak dini.


Dengan pengelolaan sampah yang benar dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara berharap terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Upaya sederhana yang dilakukan bersama diharapkan mampu mendukung pencegahan penyakit serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Aceh Utara. (ADV)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image