Dewan Desak Evaluasi Penyaluran Bantuan Banjir, Sebut Ada Miskomunikasi Data di Aceh Utara
![]() |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Marzuki Y |
ACEH UTARA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Marzuki Y, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem penyaluran bantuan korban banjir dan validasi data.
Desakan ini muncul menyusul kekecewaan para geuchik (kepala desa) terkait minimnya pembagian jatah hidup (jadup) dan bantuan yang dinilai tidak merata pasca-banjir November 2025 lalu.
Marzuki mengungkapkan, akar permasalahan dari polemik ini adalah terjadinya miskomunikasi antara pihak kecamatan dan para geuchik dalam proses pendataan korban. Akibatnya, alur informasi dan pelaporan data dari tingkat bawah ke kabupaten sering kali terlambat sehingga bantuan tidak tersalurkan secara optimal.
"Informasi yang sampai ke kabupaten sering kali terlambat, sehingga bantuan tidak tepat sasaran atau ada arahan yang tidak tersampaikan dengan baik kepada geuchik," ujar Marzuki saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Politisi Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh ini mencontohkan kondisi di Kecamatan Cot Girek, di mana sebagian besar wilayahnya terendam banjir parah tahun lalu namun penanganan administrasinya dinilai lamban.
Ia menilai, sekitar 90 persen geuchik di wilayah tersebut merupakan kepala desa baru yang masih memerlukan bimbingan dalam menghadapi situasi darurat bencana dan kecepatan pelaporan administrasi.
Kendati demikian, Marzuki mengapresiasi semangat tinggi para geuchik baru dalam membangun desa mereka. Ia pun meminta para camat agar lebih proaktif, responsif, dan membimbing para kepala desa agar kendala birokrasi serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Ke depan, kita minta koordinasi antara camat dan geuchik harus lebih ditingkatkan agar tidak ada lagi kendala birokrasi dalam penyaluran bantuan," tegasnya.
Sehubungan dengan hal itu, Marzuki berpesan kepada para geuchik agar tidak bosan-bosan jika sewaktu-waktu diminta data oleh pihak kabupaten. Langkah ini penting mengingat Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil alias Ayah Wa, telah bersusah payah dan terus berupaya keras agar masyarakatnya bisa menerima bantuan korban banjir secara merata.(sul)

