Pemkab Pijay Salurkan Ribuan Kg Benih Jagung Hibrida untuk Pulihkan Lahan Pertanian Pascabencana
PIDIE JAYA – Upaya menghidupkan kembali sektor pertanian Pidie Jaya, pascabencana hidrometeorologi mulai digenjot. Pemerintah daerah menyalurkan ribuan kilogram benih jagung hibrida kepada petani yang lahannya terdampak bencana.
Penyaluran bantuan benih jagung hibrida tersebut dilakukan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi melalui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya pada Senin (21/9/2026), di kawasan Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.
Bantuan benih tersebut merupakan program bantuan APBN Tahun Anggaran 2026 yang diarahkan untuk mendukung petani memulihkan kembali lahan pertanian sekaligus mendorong produksi pangan setelah dihantam bencana hidrometeorologi.
"Harapannya bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan produktivitas yang setinggi-tingginya," demikian pesan yang disampaikan dalam penyaluran bantuan tersebut.
Distribusi benih dilakukan secara bertahap ke sejumlah kelompok tani di berbagai wilayah Pidie Jaya. Salah satunya di Kecamatan Meurah Dua, yang mendapat alokasi benih jagung hibrida untuk lahan pertanian seluas 103 hektare.
Rinciannya, Gampong Sarah Mane mendapat bantuan untuk 13 hektare dengan benih 195 kilogram. Lhok Sandeng 15 hektare sebanyak 225 kilogram, Seunong 15 hektare sebanyak 150 kilogram, Blang Cut 10 hektare sebanyak 150 kilogram.
Kemudian Dayah Kruet mendapat alokasi terbesar, yakni 30 hektare dengan 450 kilogram benih. Selanjutnya Meunasah Raya 10 hektare sebanyak 150 kilogram dan Meunasah Bie 10 hektare sebanyak 150 kilogram.
Total benih yang disalurkan kepada kelompok tani di Kecamatan Meurah Dua mencapai 1.545 kilogram untuk areal sekitar 103 hektare.
Salah satu distribusi dilakukan kepada Poktan Geudok Mane di Desa Sarah Mane dan Poktan Lhok Sandeng di Desa Lhok Sandeng. Penyuluh Pertanian WKPP Kuta Reuntang 3, Muhammad Syafwan, SP, turut mendampingi proses distribusi benih jagung Pioneer 27 tersebut.
Menurutnya, pendampingan dilakukan agar bantuan yang diterima petani benar-benar dimanfaatkan untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian.
Di Kecamatan Meureudu, bantuan juga disalurkan kepada kelompok tani di antaranya kelompok Sarena di Gampong Lampoh Lada dengan benih jagung P27 sebanyak 150 kilogram.
Penyaluran juga berlangsung di Gampong Meunasah Bie.
Tak hanya jagung, petugas pertanian juga melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman padi. Di Gampong Pante Beujaya, misalnya, petugas melakukan pengamatan hama dan penyakit tanaman bersama kelompok tani.
Tanaman padi di wilayah tersebut mulai menunjukkan gejala serangan hama ulat. Petugas menyebut kondisi tersebut masih dalam tahap pengendalian.
Secara keseluruhan, bantuan benih jagung hibrida tersebut mencakup sejumlah kecamatan di Pidie Jaya. Total areal penerima mencapai sekitar 618 hektare, dengan kebutuhan benih mencapai 9.270 kilogram.
Sebarannya meliputi Kecamatan Bandar Baru seluas 284 hektare, Panteraja 95 hektare, Trienggadeng 45 hektare, Meureudu 26 hektare, Meurah Dua 103 hektare, Bandar Dua 55 hektare dan Jangka Buya 5 hektare.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemulihan sektor pertanian Pidie Jaya setelah bencana hidrometeorologi yang sebelumnya memberikan tekanan besar terhadap aktivitas petani.
Bagi petani, benih bukan sekadar bantuan. Distribusi tersebut menjadi modal untuk kembali mengolah lahan, menanam, dan mengejar musim tanam setelah aktivitas pertanian di sejumlah wilayah terganggu akibat bencana.
Pemerintah daerah berharap bantuan benih yang telah disalurkan tidak berhenti pada tahap distribusi, tetapi benar-benar menghasilkan tanaman produktif dan meningkatkan pendapatan petani.
Dengan pendampingan penyuluh serta pemantauan hama dan penyakit, lahan-lahan pertanian terdampak diharapkan kembali produktif dan menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi masyarakat Pidie Jaya.(Pangwa)

