Dinsos Aceh Utara Buka Layanan Sanggahan Data Desil Lewat Operator SIKS-NG Gampong
ACEH UTARA — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Aceh Utara membuka ruang bagi masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data desil atau belum terdata dalam program bantuan sosial untuk menyampaikan sanggahan.
Layanan ini dapat diakses melalui operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) di masing-masing gampong.
Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Fakhrurradhi, SH, MH, menjelaskan bahwa mekanisme tersebut dihadirkan sebagai upaya strategis untuk memutakhirkan data sosial agar informasi mengenai kondisi masyarakat di lapangan sesuai dengan kenyataan sebenarnya.
"Jika ada masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, dapat menyampaikan sanggahan melalui operator. Begitu juga bagi masyarakat yang selama ini belum pernah mendapatkan bantuan, dapat mengajukan usulan melalui operator SIKS-NG yang sudah disiapkan," ujar Fakhrurradhi, Kamis (17/9/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 718 operator SIKS-NG dari total 852 gampong di Aceh Utara telah mengikuti pelatihan pengelolaan Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kendati demikian, masih ada 102 gampong yang belum memiliki atau mengajukan calon operator.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinsos Aceh Utara dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan tahap IV yang dijadwalkan diikuti oleh 32 calon operator.
Fakhrurradhi mengimbau para geuchik (kepala desa) dari gampong yang belum memiliki operator agar segera mengirimkan usulan nama calon operator.
"Kami berharap para geuchik segera mengusulkan calon operator agar bisa langsung mengikuti pelatihan pengelolaan DTSEN lewat aplikasi SIKS-NG," tegasnya.
Fakhrurradhi mengingatkan para operator SIKS-NG agar bekerja secara teliti dan tidak hanya berfokus pada proses pengisian data (input). Operator diminta memastikan informasi yang dimasukkan faktual sehingga warga yang berhak tidak tertinggal dari program perlindungan sosial seperti PKH maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Selain itu, Dinsos Aceh Utara turut mendorong partisipasi aktif warga untuk melaporkan perubahan kondisi sosial atau ekonomi keluarga secara berkala guna mengoptimalkan ketepatan sasaran bantuan pemerintah. (sul)

