BREAKING NEWS

Mesin Pengolahan Sampah TPA Alue Lim Mulai Berfungsi


LHOKSEUMAWE — Mesin pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alue Lim, Kota Lhokseumawe, mulai menunjukkan progres setelah sempat terkendala sejak diluncurkan. Perbaikan teknis kini dilakukan pada mesin di Gedung A, yang selama ini menjadi titik utama tersendatnya operasional seluruh rangkaian fasilitas pengolahan sampah.


Perkembangan tersebut diketahui saat Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh melakukan observasi langsung ke TPA Alue Lim, Jumat (18/9/2026). Observasi itu merupakan bagian dari pemeriksaan efektivitas kinerja penggunaan aset barang milik daerah (BMD) Kota Lhokseumawe tahun 2026.


Ketua Tim Pemeriksa BPK, Fajar Kurniawan, mengatakan mesin pengolahan limbah di TPA Alue Lim menjadi salah satu objek perhatian karena persoalan operasionalnya sebelumnya telah menjadi catatan dalam pemeriksaan Laporan Keuangan (LK) Tahun 2025.


“Kita sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan pada LK 2025. Saat itu ada permasalahan pada mesin pengolahan limbah. Karena itu, hari ini kita melakukan observasi langsung untuk melihat kondisi riil dan mengetahui permasalahan yang terjadi,” ujar Fajar.


Dalam observasi tersebut, tim BPK memeriksa kondisi sejumlah perangkat, terutama mesin yang berada di Gedung A. Gedung tersebut menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses karena berfungsi sebagai tahap awal pemilahan sampah sebelum masuk ke tahapan pengolahan berikutnya.


Dari penelusuran di lapangan, BPK menemukan adanya perbaikan dan perkembangan pada mesin di Gedung A.


“Kita ingin melihat gambaran riilnya seperti apa. Ada kendala ketika mengaktifkan dan mengoperasikan mesin di Gedung A. Kita berupaya mengaktifkannya dan akhirnya kita mengetahui persoalannya. Saat ini sudah ada perbaikan dan progresnya sudah berjalan,” kata Fajar.


Ia menjelaskan, seluruh mesin di TPA Alue Lim bekerja dalam satu rangkaian proses yang saling berkaitan. Sampah terlebih dahulu dipilah di Gedung A. Plastik hasil pemilahan kemudian menjadi bahan baku yang masuk ke Gedung B untuk dicacah. Hasil cacahan selanjutnya diproses di Gedung C hingga menjadi biji plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar produk plastik lainnya.


Karena sistem tersebut terintegrasi, gangguan pada satu tahapan ikut berdampak terhadap keseluruhan proses pengolahan.


“Itu hasil diskusi dengan Plt. Kadis LH, Pak Zul, Rabu lalu. Makanya hari ini kita observasi ke lapangan. Memang ada perkembangan di Gedung A dan sudah ada upaya perbaikan,” ujarnya.


Menurut Fajar, mesin di Gedung B sebenarnya sudah dapat berfungsi. Demikian pula perangkat di Gedung C. Namun, pengoperasiannya belum maksimal karena pasokan bahan dari tahapan sebelumnya masih terkendala.


Bagi BPK, pemeriksaan terhadap aset pemerintah bukan sekadar memastikan mesin dapat dinyalakan. Yang lebih penting adalah memastikan aset yang telah dibangun dan dibiayai pemerintah tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pengadaannya.


“Kita berharap seluruh rangkaian mesin pengolahan sampah di TPA Alue Lim dapat berfungsi secara optimal sehingga memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah di Kota Lhokseumawe sesuai dengan perencanaan awal,” kata Fajar.


Kejar Produksi Biji Plastik Sebelum Akhir Tahun


Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Zulfikar, mengatakan pihaknya akan terus mendorong pengoperasian mesin di Gedung B mulai pekan ini.


Langkah tersebut dilakukan agar mesin dapat menghasilkan plastik tercacah yang selanjutnya menjadi bahan baku untuk proses pengolahan di Gedung C.


Untuk memastikan ketersediaan bahan baku, DLH juga melakukan perubahan standar operasional prosedur (SOP). Salah satu langkahnya adalah mewajibkan petugas penyapu jalan memilah sampah plastik sejak dari lapangan.


Sampah plastik yang telah dipilah tersebut nantinya dikumpulkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku mesin pengolahan di Gedung B.


Zulfikar mengatakan pihaknya menargetkan rangkaian pengolahan tersebut mulai menghasilkan biji plastik sebelum akhir 2026.


“Mohon dukungan dan doa. Insyaallah target kita sebelum tutup tahun kita sudah bisa menghasilkan biji plastik,” ujar Zulfikar.(sul) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image