80 Pelaku Ekraf Aceh Utara Ikut Pelatihan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih
![]() |
| 80 Pelaku Ekraf Aceh Utara Ikut Pelatihan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih, di Aula Setdakab, Selasa (22/9/2026) |
ACEH UTARA — Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara, secercah harapan bangkit dari para pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Sebanyak 80 pelaku usaha lokal memanfaatkan momentum kegiatan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif pada 22–23 September 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara.
Bagi para peserta yang wilayahnya sempat terdampak bencana, program bertema “Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” ini tidak sekadar menjadi ajang pelatihan biasa, melainkan titik balik untuk menata kembali roda usaha mereka yang sempat surut.
Cut Putriani, salah seorang peserta pelaku ekraf setempat, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti rangkaian pembekalan intensif selama dua hari tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif untuk memajukan usahanya.
“Saya mendapatkan ilmu baru dan siap menerapkan seluruh materi yang telah diberikan. Harapannya, program Ekraf Peduli ini dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujar Cut Putriani.
Senada dengan hal tersebut, Ruli Safianur, warga Desa Sawang yang menjadi salah satu wilayah terdampak bencana, mengapresiasi langkah konkret pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap pendampingan ini tidak berhenti pada peningkatan kapasitas mental dan manajerial saja.
“Kami berharap ke depannya Kementerian Ekraf tidak hanya menggelar pelatihan, tetapi juga memberikan bantuan alat produksi,” ungkap Ruli mewakili aspirasi rekan sesama pelaku usaha di daerah terdampak.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Indri, menegaskan komitmen pemerintah bahwa pemulihan wilayah pascabencana harus berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
“Wujud nyata percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pemulihan tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga pada kebangkitan ekonomi warganya,” tegas Indri.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli. Pihaknya menyambut baik sinergi ini sebagai katalisator rehabilitasi usaha masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pemulihan dan rehabilitasi usaha serta membuka kembali peluang usaha bagi pelaku ekraf, khususnya di Kabupaten Aceh Utara,” kata Zulkifli saat membuka acara secara resmi.
Dalam pelatihan intensif tersebut, para peserta digembleng dengan berbagai materi krusial mulai dari strategi pengembangan produk, pencitraan merek (branding), pemetaan segmen pasar, legalitas merek, hingga tata kelola keuangan dan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).
Wawasan praktis ini turut diperkaya oleh pengalaman langsung dari praktisi kreatif sekaligus pemilik jenama Ija Kroeng, Khairul Fajri Yahya.
Melalui sinergi antara pemerintah, praktisi, dan semangat pantang menyerah dari para pelaku usaha, program ini diharapkan mampu mentransformasikan potensi serta bahan baku lokal Aceh Utara menjadi produk bernilai tambah tinggi, sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global demi mewujudkan kemandirian ekonomi pascabencana.(sul)

