Pidie Jaya Terima Rp2,47 Miliar dari Bank Aceh
PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menerima dividen PT Bank Aceh Syariah Tahun Buku 2025 sebesar Rp2.073.199.278 serta zakat perusahaan senilai Rp400 juta, yang diharapkan menjadi tambahan kekuatan fiskal daerah sekaligus memperluas program pemberdayaan masyarakat.
Penyerahan dividen dan zakat tersebut diterima langsung Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E. di ruang kerjanya, Senin (3/8), didampingi Asisten Administrasi Umum Helmi, STTP, M.Si., Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK), Inspektur, Kepala Bappeda, serta Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Pidie Jaya.
Bupati mengatakan dividen yang diterima merupakan kontribusi nyata Bank Aceh Syariah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
"Dividen ini menjadi tambahan kapasitas fiskal pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan pelaksanaan berbagai program prioritas bagi masyarakat," kata Sibral.
Selain dividen, Pemkab Pidie Jaya juga menerima zakat perusahaan sebesar Rp400 juta yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu serta memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat.
Menurut Bupati, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang berhak menerima.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Aceh atas kontribusi yang terus diberikan kepada daerah, sekaligus mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Bank Aceh yang mengusung tema "Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah."
Sibral menilai Bank Aceh memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan pembiayaan terhadap sektor produktif.
Karena itu, ia berharap Bank Aceh terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta sektor-sektor ekonomi lainnya agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
"Bank Aceh harus terus hadir sebagai mitra pembangunan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan yang profesional, inovatif, dan akuntabel," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap sinergi yang terus terjalin dengan Bank Aceh Syariah dapat memperkuat pengelolaan keuangan daerah, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dividen dan dana sosial perusahaan secara optimal.(Pangwa)
.jpg)
