BREAKING NEWS

Pidie Jaya Buru Anak Putus Sekolah


PIDIE JAYA – Di balik deretan angka kemiskinan dan anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meluncurkan langkah yang disebut sebagai "operasi penyelamatan pendidikan" bagi keluarga miskin ekstrem.



Melalui program Sekolah Rakyat yang digagas bersama Kementerian Sosial, Pemkab Pidie Jaya kini memburu data anak putus sekolah dari keluarga Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.



Sebanyak 90 kursi pendidikan gratis disiapkan untuk tahun ajaran 2026, terdiri dari 30 siswa jenjang SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA.



Program ini menyasar anak-anak yang selama ini terancam kehilangan masa depan akibat kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, maupun persoalan sosial yang membuat mereka berhenti sekolah di usia dini.



Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri mengajak masyarakat ikut terlibat aktif melaporkan anak-anak yang memenuhi kriteria agar tidak ada satu pun generasi muda yang luput dari pendataan.



Langkah tersebut dinilai penting karena banyak kasus anak putus sekolah tidak terdeteksi secara administratif. Sebagian memilih bekerja membantu orang tua, sementara lainnya terpaksa berhenti belajar karena tekanan ekonomi keluarga.



Berdasarkan data sebaran kuota yang dipublikasikan pemerintah daerah, Kecamatan Bandar Dua menjadi wilayah dengan alokasi terbesar yakni 18 anak, disusul Bandar Baru 17 anak. Sementara kuota lainnya tersebar di Meureudu, Ulim, Trienggadeng, Meurah Dua, Jangka Buya, dan Panteraja.



Kriteria penerima program meliputi anak putus sekolah yang masuk kelompok Desil 1, berdomisili di Kabupaten Pidie Jaya, serta berasal dari keluarga miskin atau rentan sosial.



Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi nasional untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. Pemerintah berharap sekolah tidak lagi menjadi kemewahan yang sulit dijangkau anak-anak dari keluarga miskin.



Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih membayangi masyarakat, pendataan besar-besaran ini menjadi harapan baru bagi puluhan anak di Pidie Jaya. Bagi mereka, satu kursi di Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi peluang untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan menata masa depan yang lebih baik.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image