BREAKING NEWS

Bulog Sigli: 15 Ribu Ton Disiagakan untuk Jaga Harga Pangan


SIGLI – Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional, Perum Bulog Cabang Sigli mempercepat distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh.



Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap beras dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi gejolak harga di tingkat konsumen.



Pimpinan Perum Bulog Cabang Sigli, Ahmad Fadly, mengatakan distribusi beras SPHP terus diperluas melalui pasar rakyat, kios pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.



Selain menyalurkan beras SPHP, Bulog juga telah menggelontorkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di Pidie dan Pidie Jaya.



"Hingga saat ini bantuan yang telah disalurkan mencakup beras sebanyak 2.456.400 kilogram dan minyak goreng sebanyak 491.280 liter," kata Ahmad Fadly.



Ia menegaskan, ketersediaan cadangan pangan di wilayah kerja Bulog Sigli masih dalam kondisi aman. Saat ini Bulog Sigli menguasai stok beras sekitar 15 ribu ton yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan program pemerintah.



"Bulog memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar konsumen," ujarnya.



Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi pergerakan harga beras di sejumlah daerah.



Menurutnya, hingga awal Juni 2026 stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.



"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah," ujar Rizal.



Di tingkat nasional, realisasi penyaluran bantuan pangan juga menunjukkan progres signifikan. Hingga 6 Juni 2026, bantuan beras telah diterima hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), atau sekitar 60 persen dari target 33,2 juta KPM yang ditetapkan pemerintah.



Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan sebelum akhir Juni 2026.



Percepatan distribusi bantuan pangan diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras yang masih terjadi di sejumlah daerah.



Dengan stok yang dinilai mencukupi baik di tingkat daerah maupun nasional, Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap tenang karena cadangan pangan pemerintah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image