BREAKING NEWS

Kabar Gembira! Sebanyak 9.042 warga Pijay terdampak bencana akan menerima BLT senilai Rp1,808 M


PIDIE JAYA – Sebanyak 9.042 warga Kabupaten Pidie Jaya yang berada di kawasan terdampak bencana atau zona merah akan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp1,808 miliar yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Manunggal Makmur Syariah.



Program bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KSPPS Manunggal Makmur Syariah, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, dan PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur kepada masyarakat penerima manfaat.



Berdasarkan informasi yang tercantum dalam materi publikasi program, total dana yang disalurkan mencapai Rp1.808.400.000 dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah pascabencana.



Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyambut baik penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan sektor swasta melalui program CSR menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang masih berupaya bangkit dari berbagai dampak bencana yang melanda daerah itu dalam beberapa waktu terakhir.



“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak. Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan semua pihak yang telah berkontribusi dalam program kemanusiaan ini,” ujar Bupati.



Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan PT Pos Indonesia guna memastikan dana diterima langsung oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.



Ketua KSPPS Manunggal Makmur Syariah menyebutkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga keuangan syariah dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Selain berorientasi pada layanan keuangan, koperasi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial yang dapat dirasakan langsung oleh warga.



Dengan jumlah penerima mencapai lebih dari sembilan ribu orang, program BLT ini menjadi salah satu penyaluran dana CSR terbesar yang pernah dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya dalam beberapa tahun terakhir.



Pengamat ekonomi daerah menilai, selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, suntikan dana lebih dari Rp1,8 miliar tersebut juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal. Uang yang beredar di tengah masyarakat diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perdagangan, usaha mikro, hingga sektor jasa yang selama ini ikut terdampak perlambatan ekonomi pascabencana.



Program ini mengusung semangat syariah dengan prinsip amanah, manfaat, dan keberkahan bersama, sekaligus menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, dan perusahaan nasional dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image