BREAKING NEWS

Satpol PP/WH Aceh Utara Amankan 26 Pelanggar Syariat di Arena Milad ke-800 Kabupaten Aceh Utara


ACEH UTARA— Memasuki perayaan hari ke empat rangkaian Milad ke-800 Kabupaten Aceh Utara, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Utara menggencarkan penertiban umum, perlindungan masyarakat, serta pengawasan kanun syariat.


​Sekretaris Satpol PP dan WH Aceh Utara, Abdullah, menyampaikan bahwa penertiban ini difokuskan pada penataan kawasan parkir, lokasi berjualan, serta pengawasan busana pengunjung di area perayaan.


​Langkah tersebut diambil bukan untuk melarang warga mencari rezeki, melainkan untuk menertibkan fungsi tata kota sesuai dengan lokasi dan aturan yang telah disiapkan pemerintah daerah.


​"Bukan melarang dalam prinsip utama kinerjanya, melainkan menertibkan sesuai dengan fungsinya. Tempat area berjualan sudah disiapkan oleh Bapak Bupati Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, tentu ini sangat menjadi atensi agar ekonomi kerakyatan tetap berjalan dan UMKM hidup, tetapi diatur," ujar Abdullah saat memberikan keterangan, Kamis (10/9/2026). 


​Selain itu, puluhan pedagang yang melanggar ketentuan tempat juga diminta untuk segera pindah karena panitia telah menyediakan lokasi khusus yang tertata untuk mereka berjualan di area tersebut.


​Pada hari pertama sampai pada hari keempat pelaksanaan kegiatan, petugas mencatat sebanyak 26 pelanggaran yang didominasi oleh pengunjung luar maupun pedagang yang mengabaikan ketentuan busana sesuai syariat Islam.


​Terhadap para pelanggar, petugas memberikan tindakan persuasif dengan membawa mereka ke posko pengamanan untuk diberikan pembinaan serta nasihat agar mengenakan pakaian yang sesuai dengan ketentuan syariat yang berlaku di Aceh.


​Abdullah menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan dialogis, humanis, dan persuasif langsung di lapangan bersama unsur pemuda dan perangkat gampong (desa) setempat.


​Pendekatan persuasif ini dilakukan secara masif mengingat para pedagang yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Aceh Utara saja, melainkan juga dari luar daerah seperti Lhokseumawe, Pidie, Aceh Timur, hingga luar Provinsi Aceh.


​Pihaknya berharap seluruh rangkaian acara Milad ke-800 Kabupaten Aceh Utara yang berlangsung meriah ini dapat berjalan dengan tertib, aman, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam tanpa mengabaikan roda perekonomian masyarakat.(sul)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image