800 Warga Pesisir dan Ratusan Siswa di Pidie Jaya Ikut Program Pemulihan Pascabencana
PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Politeknik Pelayaran Malahayati memperkuat upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir dan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak. Kegiatan yang berlangsung di Pidie Jaya, Kamis (6/8/2026), menyasar sekitar 800 warga pesisir serta 400 siswa sekolah dasar dari wilayah terdampak bencana.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pidie Jaya, Azharyadi, S.Pi., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus mempercepat pemulihan sosial pascabanjir hidrometeorologi yang melanda daerah itu.
"Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Politeknik Pelayaran Malahayati dan Dinas Sosial Pidie Jaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi risiko bencana sekaligus memperkuat proses pemulihan sosial masyarakat terdampak," kata Azharyadi.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat dipusatkan di Politeknik Pelayaran Malahayati dan diikuti sekitar 800 peserta dari Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Setiap gampong mengirimkan antara 20 hingga 30 peserta.
Materi yang diberikan meliputi edukasi keselamatan pelayaran, kesiapsiagaan menghadapi bencana, peran Kampung Siaga Bencana (KSB), penanganan darurat oleh BPBD, hingga penguatan peran masyarakat pesisir dalam mitigasi risiko bencana. Narasumber berasal dari BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Dinas Sosial, pengurus KSB, Pelopor Perdamaian, serta perwakilan nelayan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, panitia memberikan perlengkapan berupa kaus, topi, senter, uang saku sebesar Rp130 ribu, serta konsumsi.
Di lokasi terpisah, Dinas Sosial Pidie Jaya juga menggelar Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi sekitar 400 siswa dari keluarga miskin ekstrem yang berasal dari 20 SD dan MIN di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.
Program tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak bencana sekaligus meningkatkan semangat belajar dan rasa percaya diri mereka.
Setiap peserta menerima bantuan berupa tas sekolah, buku tulis, crayon, dan makanan ringan untuk mendukung aktivitas belajar.
Azharyadi menjelaskan bahwa layanan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana karena dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan sosial masyarakat, terutama anak-anak.
"Pemerintah ingin memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi sosial, psikologis maupun peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang," ujarnya.
Program tersebut turut didukung oleh ABT sebagai mitra dalam penyediaan bantuan bagi peserta.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, kemanusiaan, dan instansi terkait dapat mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana sekaligus membangun masyarakat yang lebih tangguh, siap menghadapi risiko bencana, serta mampu menjaga keselamatan dan keberlanjutan kehidupan di kawasan pesisir.(Pangwa)

