BREAKING NEWS

Kenapa Dollar Naik Harga Emas Turun? Ini Penjelasannya


Jakarta - Hubungan antara harga emas dan dolar AS (Amerika Serikat) sering kali digambarkan seperti jungkat-jungkit. Fenomena ini disebut sebagai korelasi negatif—artinya, ketika dolar AS menguat, harga emas cenderung turun, begitu pula sebaliknya.


​Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa hal ini terjadi:


​1. Emas Dihargai dalam Dolar AS (Denominasi Dolar)


​Di pasar internasional, harga emas secara universal dipatok dan ditransaksikan menggunakan mata uang Dolar AS (misalnya per troy ounce).


  • Saat dolar menguat, harga emas otomatis menjadi lebih mahal bagi para investor dari negara luar Amerika yang menggunakan mata uang lain (seperti Rupiah, Euro, atau Yen).
  • ​Karena harganya terasa lebih mahal, daya beli investor global menurun, permintaan terhadap emas pun ikut turun. Berdasarkan hukum pasar, penurunan permintaan ini akhirnya menekan harga emas menjadi lebih rendah.

2. Pengaruh Suku Bunga dan Imbal Hasil (Yield)


​Penguatan dolar biasanya dipicu oleh kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve) yang mempertahankan atau menaikkan suku bunga acuan guna meredam inflasi.

  • ​Saat suku bunga tinggi, instrumen keuangan berbasis dolar seperti obligasi pemerintah AS (US Treasury) memberikan imbal hasil (yield) yang sangat menarik dan minim risiko.
  • ​Di sisi lain, emas adalah aset yang tidak memberikan bunga atau dividen (non-yielding asset). Investor hanya mengandalkan keuntungan dari kenaikan harga modal (capital gain).
  • ​Akibatnya, investor akan cenderung melepas emas mereka dan memindahkan dananya ke aset berbasis dolar untuk mengejar keuntungan dari bunga tersebut.

3. Perebutan Status Safe Haven (Aset Aman)


​Emas dan dolar AS sama-sama dianggap sebagai safe haven—tempat berlindung yang aman bagi para investor ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik.

  • ​Ketika ekonomi AS dinilai sangat solid dan dolar perkasa, daya tarik mata uang ini meningkat pesat.
  • ​Investor global melihat memegang uang tunai dalam bentuk dolar jauh lebih likuid dan menguntungkan ketimbang menyimpan emas. Ketika modal besar beralih ke dolar, emas kehilangan sebagian dari daya pikatnya.

Kesimpulan Singkat: 

Harga emas turun saat dolar kuat karena emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional, serta adanya pilihan investasi lain (seperti obligasi dolar) yang menawarkan keuntungan bunga konkret, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh emas fisik.(gemini)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image