Gampong Rawa dan Blang Bidok Mulai Berbenah Pascabanjir
LHOKSUKON — Deru mesin alat berat memecah keheningan di kawasan Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Di sepanjang ruas jalan Gampong Rawa dan Gampong Blang Bidok, debu-debu beterbangan di sela-sela kesibukan para pekerja yang sedang meratakan tanah.
Enam bulan lalu, wilayah ini lumpuh total akibat banjir besar yang menerjang pada akhir November 2025. Kini, gampong-gampong tersebut mulai menggeliat, menata kembali infrastruktur mereka yang sempat hancur.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas perbaikan yang cukup masif. Bukan hanya jalan utama lingkungan gampong yang diperbaiki, melainkan juga jalan usaha tani yang menjadi urat nadi perekonomian warga setempat. Bagi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian, rusaknya akses jalan ini sempat membuat aktivitas ekonomi mereka mati suri.
"Alhamdulillah, proses perbaikan jalan lingkungan di Gampong Rawa sedang berlangsung," ujar Geuchik (Kepala Desa) Rawa, Sanusi, dengan nada penuh syukur pada Minggu (17/5/2026).
Senyum semringah tidak dapat disembunyikan dari wajah Sanusi. Mewakili seluruh masyarakat dan perangkat gampong, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah mengulurkan tangan. Gotong royong dan sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci di balik cepatnya penanganan pascabanjir ini.
Secara khusus, Sanusi berterima kasih kepada Anggota DPRK Aceh Utara Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA), Mundir Syah alias Robert, Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil (Ayahwa), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Utara.
Kolaborasi ini mewujud dalam bentuk pengiriman dua unit alat berat yang kini bekerja tanpa lelah mempercepat pengerasan jalan.
Rasa syukur yang sama juga mengalir dari gampong tetangga. Geuchik Blang Bidok, Ruslan, mengakui bahwa kehadiran alat berat tersebut menyuntikkan semangat baru bagi warganya. Transportasi yang sempat terhambat kini perlahan mulai kembali normal.
"Kehadiran alat ini sangat membantu mobilitas dan kenyamanan warga gampong kami. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan membawa manfaat jangka panjang bagi kita semua," harap Ruslan.
Di sisi lain, Mundir Syah menegaskan bahwa realisasi bantuan ini bukanlah sekadar aksi heroik, melainkan pemenuhan kewajiban moral dan politiknya. Sebagai wakil rakyat di parlemen, ia merasa bertanggung jawab penuh untuk mengawal aspirasi warga, terutama di daerah pemilihannya yang terdampak bencana.
"Ini sudah menjadi tugas saya di dewan sebagai penyambung aspirasi masyarakat. Ketika warga membutuhkan akses jalan yang layak pascabanjir, kami di legislatif bersama pemerintah daerah harus bergerak cepat memberikan solusi nyata," tegas legislator yang akrab disapa Robert tersebut.
Kini, traktor dan ekskavator masih terus bekerja meratakan kerikil dan tanah. Di balik deru mesinnya, ada harapan warga Tanah Luas yang perlahan bangkit, menatap masa depan yang lebih cerah setelah badai banjir berlalu.(sul)

