Dituduh Serang Makkah, Begini Respons Houthi
JAKARTA – Arab Saudi mengatakan kelompok Houthi Yaman berupaya menyerang Makkah, kota suci umat Islam.
Riyadh menyebut Makkah sebagai “garis merah” setelah militer Saudi mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone sebelum memasuki wilayah udara kota tersebut.
Klaim tersebut disampaikan Arab Saudi pada Rabu (16/9/2026) di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang melibatkan Houthi, Iran, dan Arab Saudi.
Akan tetapi, kelompok Houthi membantah tuduhan tersebut.
Sementara itu, pihak Saudi menyatakan insiden tersebut merupakan upaya serangan kedua yang mengarah ke Mekah.
Menurut juru bicara koalisi Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, sebelumnya sebuah rudal balistik pernah ditembakkan ke arah kota tersebut pada 2017.
Houthi Disebut Targetkan Kota Suci
Makkah berada sekitar 1.100 kilometer dari perbatasan Yaman. Klaim mengenai drone tersebut menambah tekanan terhadap Arab Saudi ketika negara itu juga menghadapi serangkaian serangan terhadap infrastruktur dan aktivitas perkapalan.
Houthi sebelumnya telah menargetkan infrastruktur dan pelayaran Saudi di kawasan Laut Merah. Di sisi lain, Iran masih terlibat dalam ketegangan di Selat Hormuz, yang berdampak pada jalur perdagangan dan pasokan energi.
Situasi tersebut ikut berdampak pada pasar energi. Harga minyak dilaporkan masih berada di atas US$100 per barel ketika ketegangan regional meningkat.
Arab Saudi Sebut Makkah sebagai “Garis Merah”
Tuduhan mengenai ancaman terhadap Makkah mendapat respons dari sejumlah negara dan organisasi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan Pakistan dan Arab Saudi berdiri “tanpa goyah, bahu membahu”. Menteri Luar Negeri Turki juga menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi.
Sementara itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang mewakili lebih dari 57 negara Muslim, menyatakan dugaan upaya serangan tersebut melanggar “kesucian tempat-tempat suci”.
Dukungan Militer Sekutu Belum Diminta
Insiden tersebut juga menjadi ujian bagi pakta pertahanan baru yang melibatkan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.
Namun, pejabat Turki dan Pakistan mengatakan kepada Associated Press bahwa Arab Saudi belum meminta dukungan militer sebagai respons terhadap eskalasi dengan Houthi.
Seorang pejabat Turki menyebut upaya untuk melembagakan aliansi tersebut masih perlu diselesaikan sebelum pakta dapat beroperasi.
Amerika Serikat juga disebut belum menunjukkan keinginan untuk terlibat langsung dalam pertempuran. Presiden Donald Trump mengatakan Houthi tampaknya berfokus pada Arab Saudi, sementara Wakil Presiden JD Vance menyebut situasi tersebut sangat dinamis.
Di tengah situasi tersebut, klaim bahwa Houthi menargetkan Mekah masih merupakan tuduhan dari Arab Saudi yang dibantah oleh Houthi. Sumber yang menjadi dasar artikel ini tidak memberikan verifikasi independen mengenai klaim tersebut.
Sumber : India Today/kabar24

