BREAKING NEWS

LPHK Putri Pukes bersama HAKA tanam 1000 pohon


TAKENGON – Upaya pemulihan kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat longsor di Kabupaten Aceh Tengah mendapat perhatian berbagai pihak. Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Puteri Pukes bersama Yayasan HAKA menanam 1.000 pohon di kawasan rawan longsor Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Jumat (5/6/2026).



Aksi penghijauan tersebut menjadi bagian dari langkah rehabilitasi lingkungan di kawasan hulu yang memiliki peran strategis bagi keberlangsungan ekosistem Danau Lut Tawar dan wilayah sekitarnya. Penanaman dilakukan di area yang sebelumnya terdampak longsor guna memperkuat tutupan vegetasi sekaligus mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.



Kegiatan yang diprakarsai LPHK Puteri Pukes di bawah koordinasi Ketua Panitia Wirdana itu melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat setempat. Acara pembukaan berlangsung di Masjid Mendale dan dihadiri Reje Kampung Mendale Syaifullah, Camat Kebayakan Nasrin, S.Sos., perwakilan Yayasan HAKA Badrul Irfan, serta Ketua BKMT Vittiani.



Community Organizer Yayasan HAKA, Abdul Hadi, mengatakan penanaman pohon tidak hanya bertujuan memulihkan kawasan yang terdampak longsor, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.



Menurutnya, kawasan hutan Mendale memiliki fungsi ekologis yang sangat vital karena menjadi daerah tangkapan air yang menopang keberadaan Danau Lut Tawar dan memasok kebutuhan air bagi sejumlah wilayah di bagian hilir.



"Hutan Mendale merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Pemulihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak agar ekosistem yang rusak dapat kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang," ujar Abdul Hadi.



Dukungan terhadap gerakan penghijauan ini juga datang dari sektor swasta. Donatur lokal, UD Tani Putra Pinus, menyumbangkan 2.000 bibit pohon yang terdiri atas jenis mahoni, mindi, dan durian. Bibit tersebut akan digunakan untuk mendukung program rehabilitasi hutan dan penghijauan berkelanjutan di kawasan tersebut.



Selain unsur pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini turut melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Komunitas Sahabat Safar, Kader Lingkungan Aceh, Mahagapa, komunitas pecinta alam, Koperasi Wisata Alam Gayo, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan pendidikan.



Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting mengingat kawasan perbukitan di sekitar Danau Lut Tawar menghadapi tekanan lingkungan yang semakin besar akibat alih fungsi lahan dan berkurangnya tutupan vegetasi. Penanaman pohon di titik-titik rawan longsor menjadi salah satu langkah mitigasi yang dinilai efektif untuk memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di Tanoh Gayo.



Melalui gerakan penghijauan ini, para pemangku kepentingan berharap upaya rehabilitasi hutan dapat berjalan berkelanjutan sehingga mampu mengurangi risiko bencana, menjaga sumber daya air, dan mempertahankan fungsi ekologis kawasan hulu yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Aceh Tengah dan wilayah sekitarnya.(Pang)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image