Bupati Ayah Wa Merespon Cepat Korban Cuaca Ekstrem di CoT Girek dan Lhoksukon
Lhoksukon - Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE.,MM atau yang akrab disapa Ayah Wa telah menginstruksikan Camat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mendata kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem di sejumlah gampong di Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sabtu, 6/6/2026
“Sebanyak 50 unit rumah di Kecamatan Cot Girek dan 1 unit rumah di Lhoksukon mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari rusak berat hingga rusak ringan pada hari Kamis pukul 16.00 WIB dan sejauh ini belum ada laporan terkait adanya korban jiwa dari warga setempat dan sedang dilakukan pendataan, “kata Juru bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli
Ia merincikan, berdasarkan data sementara di Kecamatan Cot Girek rumah rusak di Ulee Gampong 1 unit, Matang Teungoh 1 unit, U Baro 9 unit, Cot Girek 24 unit, Kampung Tempel 2 unit, Alue Leuhob 3 unit, Beurandang Asan 2 unit, Ceumpeudak 1 unit, Batu XII 4 unit dan Lhok Meurbo 3 unit.
Sementara di Kecamatan Lhoksukon, hanya satu unit rumah rusak berat di Gampong Cot U Sibak akibat tertimpa pohon karena cuaca ekstrem.
Bupati Aceh Utara, Ayah Wa menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim peralihan seperti saat ini.
Salurkan bantuan
Dinas Sosial dan P3A Aceh Utara bersama Camat Cot Girek telah menyalurkan bantuan masa panik kepada dua keluarga korban bencana cuaca ekstrem di Kampung Tempel.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 19.55 WIB dan disaksikan oleh perwakilan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Aceh Utara.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Camat Cot Girek kepada para korban Tihawa (70) dan Muhammad Amin (32). Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Aceh Utara terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari 60 lembar seng atap rumah, 20 lembar triplek tebal, 12 lembar triplek tipis, dua unit tenda untuk tempat berteduh sementara, mukena, tikar, serta berbagai perlengkapan kebutuhan darurat lainnya.(Jamaludin Idris)

