Jakarta - Kantor berita Tasnim dari Iran melaporkan bahwa tujuh rudal telah menyerang kawasan sekitar istana kepresidenan serta kompleks tempat tinggal Khamenei.
Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dan Presiden Masoud Pezeshkian masih hidup.
Pernyataan ini disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan NBC News di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
"Sejauh yang saya ketahui masih hidup," ungkap Araghchi ketika ditanya mengenai kondisi Khamenei dan Pezeshkian, seperti yang dikutip dari laporan Associated Press. Dalam kesempatan tersebut, Araghchi juga menambahkan bahwa hampir semua pejabat Iran berada dalam keadaan aman.
Menurut Araghchi, "Hampir semua pejabat selamat dan dalam keadaan sehat serta hidup. Kami mungkin kehilangan satu atau dua komandan, tetapi itu bukan masalah besar," ujarnya sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Anadolu.
Ia juga mengungkapkan bahwa upaya untuk mengubah rezim di Iran adalah hal yang mustahil.
"Anda tidak bisa melakukan perubahan rezim ketika jutaan orang mendukung apa yang disebut sebagai rezim ini," tegasnya.
Araghchi menekankan bahwa Teheran sangat tertarik untuk meredakan ketegangan. Di sisi lain, pada pagi hari yang sama, Israel melancarkan serangan yang disebut sebagai operasi "Lion's Roar" atau "Raungan Singa," yang merupakan serangan pencegahan terhadap Iran.
Israel juga mengumumkan status darurat khusus di seluruh wilayah negaranya. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS telah melaksanakan operasi militer berskala besar di wilayah Iran. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk melindungi rakyat AS dari ancaman yang dianggap segera muncul dari rezim Iran. Serangan ini terjadi di tengah berlangsungnya perundingan antara Iran dan AS mengenai program nuklir Iran, yang dimediasi oleh Oman.
Sayangnya, putaran terbaru pembicaraan yang berlangsung di Jenewa berakhir pada Kamis, 26 Februari, tanpa mencapai kesepakatan.
Sumber: merdeka
