Bupati Al Farlaky Resmikan 35 Huntara Arakundo


Senin, 26 Januari 2026 - 16.39 WIB



Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, meresmikan sekaligus menyerahkan kunci 35 unit rumah Hunian Sementara (Huntara) kepada warga terdampak banjir di Gampong Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu, 24 Januari 2026.


Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir. Huntara yang dibangun berjumlah 35 unit dan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya hilang  akibat banjir.


Bupati  Al- Farlaky menyampaikan, khusus di Gampong Arakundo tercatat sebanyak 190 kepala keluarga terdampak banjir, dengan rincian 39 rumah rusak berat, 106 rumah rusak sedang, dan 91 rumah rusak ringan.


Sementara jumlah huntara komunal sebanyak 35 KK, huntara insitu 4 unit, dan Dana Tunggu Hunian nihil.


Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan kunci secara simbolis dan menyatakan bahwa huntara sudah dapat ditempati oleh warga, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.


Ia menjelaskan, huntara tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain mushola, dapur umum, WC, serta difasilitasi listrik dan internet gratis.


"Seluruh fasilitas tersebut telah dicek langsung dan dipastikan selesai 100 persen, dengan pengerjaan dilakukan oleh PT Haka Utama Karya melalui Danantara," imbuhnya.


Selain di Gampong Arakundo, pembangunan huntara juga sedang berlangsung di wilayah lain di Kecamatan Simpang Ulim, khususnya di Blang Nie yang berada di sekitar jembatan Arakundo. 


Progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai lebih dari 85 persen dan dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian serta penyerahan kunci kepada masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga terus mendorong pembangunan huntara di kecamatan lain yang belum tersentuh, seperti Gampong Grong-grong  serta beberapa desa di Kecamatan Pante Bidari, yakni Desa Sahra Raja dan Desa Sijudo.


Setiap unit huntara dilengkapi dengan dua ranjang, kasur, bantal, kipas angin, lemari plastik, serta terpal di bagian lantai guna memberikan kenyamanan bagi warga yang menempati. 


Untuk keluarga dengan jumlah anggota lebih banyak, khususnya yang memiliki anak-anak, Bupati telah meminta pihak desa agar dapat menambah kasur dari posko kabupaten apabila dibutuhkan.


Sementara itu, berdasarkan update data per Jumat, 24 Januari 2026, jumlah rumah rusak berat di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.834 unit, dengan rincian Dana Tunggu Hunian sebanyak 430 unit dan huntara sebanyak 3.413 unit yang terdiri dari 2.592 unit insitu dan 821 unit komunal.


Adapun progres fisik pembangunan huntara saat ini telah mencapai 749 unit, terdiri dari 637 unit insitu dan 112 unit komunal.


 Sedangkan huntara yang belum memasuki tahap pembangunan sebanyak 2.664 unit, dengan rincian 1.955 unit insitu dan 709 unit komunal.


Bupati mengakui bahwa seluruh data kerusakan untuk pembangunan huntara tahap pertama telah ditanganinya. Namun demikian, ia membuka ruang untuk pengajuan data lanjutan pada gelombang kedua, dengan catatan data yang disampaikan harus benar dan tidak bersifat manipulatif.


Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menurunkan tim verifikasi ke gampong-gampong yang terdiri dari berbagai unsur. 


"Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan dan validasi data penerima bantuan sesuai kondisi di lapangan," katanya.


Bupati berharap masyarakat dapat bersabar sembari pemerintah terus bekerja maksimal dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.


Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari pemerintah desa, relawan, hingga pihak swasta, atas kerja sama dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak banjir.


“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat sampai seluruh proses pemulihan selesai. Kita ingin memastikan warga dapat kembali tinggal dengan aman, layak, dan nyaman,” tutup Al-Farlaky. (bsi)

Bagikan:
KOMENTAR