TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Terpanjang di Aceh Tenggara
Kutacane - TNI Angkatan Darat (AD) terus mempercepat pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan yang membentang sepanjang 248 meter di atas Sungai Alas ini ditargetkan rampung pada Agustus tahun ini.
Ukuran jembatan gantung ini tercatat lebih panjang dibandingkan jembatan perintis di Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, yang memiliki panjang 240 meter.
"Jembatan di Sekrak Aceh Tamiang sepanjang 240 meter. Namun ini lebih panjang, terbentang 248 meter di atas Sungai Alas. Kita targetkan pekerjaannya selesai bulan depan. Mudah-mudahan Agustus ini sudah rampung," ujar Dansubsatgas Jembatan sekaligus Danrindam IM, Brigjen TNI Ali Imran, saat meninjau langsung lokasi proyek pada Minggu (12/7).
Brigjen TNI Ali Imran menjelaskan bahwa infrastruktur jembatan gantung ini sangat vital bagi mobilitas warga lokal. Wilayah ini sebelumnya tidak memiliki akses penyeberangan, sementara kondisi Sungai Alas kian meluas akibat tergerus arus deras pascabanjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2025 lalu.
Jembatan ini nantinya akan menjadi urat nadi yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, tepatnya antara Desa Kumbang Jaya di Kecamatan Badar dan Desa Gulo di Kecamatan Darul Hasanah.
"Penduduk di Kecamatan Darul Hasanah berjumlah sekitar 15 ribu jiwa. Infrastruktur ini dinilai sangat dibutuhkan. Semoga jembatan ini nantinya bermanfaat bagi masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, pendidikan anak sekolah, hingga pemulihan ekonomi," tambah Brigjen TNI Ali Imran.
Dansubsatgas Jembatan sekaligus Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran juga menegaskan, bahwa pengerjaan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo melalui Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan.
“Jajaran TNI AD berkomitmen penuh untuk menuntaskan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana agar aktivitas warga cepat kembali normal,” harapnya.
Di lokasi yang sama, Dandim 0108/Agara Letkol Czi Arya Murdyantoro menyampaikan bahwa seluruh personel di lapangan terus mengebut pengerjaan fisik jembatan meski dihadapkan pada medan yang berat.
"Pengerjaan jembatan ini tetap kami kebut. Memang terdapat sejumlah hambatan, terutama akses menuju lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami," tegas Letkol Czi Arya.
Melalui sinergi solid dan gotong royong antara personel TNI Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat, pembangunan jembatan gantung perintis ini diharapkan selesai tepat waktu agar bisa segera digunakan secara luas oleh masyarakat.(Pangwa)

