Mempercepat Pembangunan Desa, 1.000 Mahasiswa USK Diterjunkan ke Pidie Jaya
PIDIE JAYA – Sebanyak 1.000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi diterjunkan ke Kabupaten Pidie Jaya. Di tengah proses kebangkitan pascabencana hidrometeorologi, ribuan mahasiswa itu akan menjadi garda terdepan dalam mendampingi masyarakat, mempercepat pembangunan desa, hingga memperkuat program pemberdayaan di berbagai sektor.
Prosesi penerimaan mahasiswa KKN berlangsung di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Selasa (7/7/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, yang mewakili Bupati Pidie Jaya.
Dalam sambutannya, Munawar menyebut kehadiran ribuan mahasiswa bukan sekadar agenda akademik, tetapi menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi desa melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
"KKN adalah ruang di mana ilmu pengetahuan bertemu dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi, solusi, dan semangat baru bagi pembangunan desa di Pidie Jaya," ujar Munawar.
Sebagai salah satu daerah yang tengah bangkit dari dampak bencana, Pidie Jaya dinilai menjadi lokasi strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung menghadapi berbagai persoalan pembangunan di lapangan.
Selama menjalankan pengabdian, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai program prioritas, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, edukasi kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ekonomi desa, hingga pendampingan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap kehadiran mahasiswa mampu melahirkan inovasi-inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat percepatan pembangunan di tingkat gampong.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Universitas Syiah Kuala juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di wilayah yang sedang melakukan percepatan pemulihan pascabencana.
Dengan semangat "Estafet Pengabdian, dari Darussalam ke Pidie Jaya", ribuan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang mampu memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat lahirnya desa-desa yang lebih maju, mandiri, dan tangguh.(Pangwa)


