BREAKING NEWS

Suara Petani Pidie Jaya Tembus Panggung Nasional


GORONTALO – Persoalan ribuan hektare sawah yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mendapat perhatian di ajang nasional. Di sela rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Gorontalo, seorang penyuluh pertanian dari Pidie Jaya berkesempatan menyampaikan langsung kondisi lahan pertanian pascabanjir kepada Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.



Momen tersebut menjadi perhatian karena mewakili harapan para petani yang hingga kini masih berjuang memulihkan lahan pertanian yang sempat rusak akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pidie Jaya.



Dalam dialog tersebut, T. Edy penyuluh pertanian menyampaikan kondisi sawah yang mengalami kerusakan, dampak terhadap produktivitas pertanian, serta upaya yang sedang dilakukan petani untuk kembali menggarap lahan menjelang musim tanam berikutnya.



PENAS KTNA XVII yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia menjadi ruang strategis bagi daerah untuk menyampaikan berbagai persoalan pertanian secara langsung kepada pemerintah pusat. 



Kesempatan itu dimanfaatkan untuk membawa aspirasi petani Pidie Jaya agar kondisi yang mereka alami dapat diketahui oleh para pengambil kebijakan di tingkat nasional.



Kerusakan sawah akibat banjir menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian Pidie Jaya dalam beberapa bulan terakhir. 



Selain mengganggu aktivitas tanam, bencana tersebut juga berdampak terhadap pendapatan petani dan ketersediaan pangan di sejumlah kawasan.



Meski demikian, semangat petani untuk bangkit kembali tetap tinggi. Berbagai langkah rehabilitasi lahan dan percepatan tanam terus dilakukan dengan dukungan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani di lapangan.



Kehadiran Wakil Menteri Pertanian dalam forum tersebut memberikan harapan baru bagi petani bahwa persoalan yang mereka hadapi tidak hanya menjadi perhatian daerah, tetapi juga mendapat perhatian pemerintah pusat.



Para peserta dari Aceh berharap komunikasi yang terjalin dalam kegiatan nasional tersebut dapat membuka peluang dukungan yang lebih besar bagi percepatan pemulihan sektor pertanian pascabanjir, sehingga petani dapat kembali berproduksi secara optimal.



Ajang PENAS KTNA XVII pun tidak hanya menjadi tempat berbagi inovasi dan teknologi pertanian, tetapi juga wadah bagi petani daerah untuk menyuarakan persoalan nyata yang mereka hadapi demi terwujudnya pembangunan pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.(*) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image