BREAKING NEWS

Ratusan Mahasiswa Hadiri Muslimpreneur Talks 2026


BANDA ACEH – Semangat membangun generasi pengusaha Muslim muda yang adaptif, inovatif, dan berintegritas mewarnai pelaksanaan Muslimpreneur Talks 2026 yang digelar Ikatan Mahasiswa Muslimpreneur Indonesia (IMMI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Seminar nasional yang berlangsung di Aula SBSN UIN Ar-Raniry itu berhasil menarik lebih dari 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Aceh.



Mengusung tema “Memberdayakan Pengusaha Muslim Muda Melalui Inovasi, Kepemimpinan, dan Kolaborasi”, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik, praktisi bisnis, dan tokoh ekonomi Islam untuk membahas tantangan sekaligus peluang besar yang dihadapi generasi muda di era digital.



Ketua Panitia, Mulia Andika Putra, menyebut tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya minat mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.



“Seminar ini diharapkan mampu memberikan wawasan, motivasi, dan semangat baru bagi mahasiswa untuk berani memulai usaha serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.



Sementara itu, Ketua Umum IMMI UIN Ar-Raniry, Wahyu Rahmad Alam, menegaskan bahwa perubahan ekonomi global dan percepatan perkembangan teknologi menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.



Menurutnya, mahasiswa harus memiliki keberanian mengambil peluang, kemampuan beradaptasi, serta kreativitas dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.



“Semangat kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini. Namun yang paling penting, seluruh proses bisnis harus dibangun di atas nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan keberkahan,” kata Wahyu.



Ia menjelaskan, IMMI hadir sebagai wadah pengembangan kapasitas mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha Muslim modern yang visioner sekaligus memiliki integritas moral yang kuat.



Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., menyoroti perubahan besar yang sedang terjadi akibat pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) dan sistem big data.



Menurutnya, dunia kerja dan dunia usaha ke depan akan sangat bergantung pada sumber daya manusia yang mampu memahami dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif.



“Institusi dan perusahaan akan semakin membutuhkan individu yang memiliki kemampuan dalam mengelola serta memanfaatkan teknologi AI. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda,” ujarnya.



Selain membahas teknologi dan kewirausahaan, seminar tersebut juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesuksesan bisnis dan tanggung jawab spiritual.



Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. M. Yusuf Al Qardhawy, S.H., M.H., mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak boleh membuat seseorang melupakan kewajiban kepada Allah SWT maupun tanggung jawab sosial kepada masyarakat.



Ia menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan keberkahan usaha.



“Dalam setiap harta terdapat hak kaum fakir dan miskin yang harus ditunaikan. Kesuksesan bisnis harus berjalan beriringan dengan ketaatan kepada Allah,” katanya.



Sebagai inspirasi praktis bagi peserta, Founder Aermi Parfume, Miftah Armia, membagikan pengalaman membangun usaha dari nol hingga berkembang menjadi bisnis yang dikenal luas.



Ia menegaskan bahwa modal terbesar seorang pengusaha bukanlah uang, melainkan keberanian untuk memulai, kemauan belajar, dan konsistensi dalam menjalani proses.



“Kesuksesan tidak lahir secara instan. Jangan takut gagal, jangan terlalu banyak berekspektasi. Nikmati prosesnya dan terus belajar. Kekayaan hanyalah bonus dari kerja keras dan konsistensi,” ungkapnya.



Miftah juga menyoroti pentingnya personal branding, kualitas pelayanan, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan sebagai fondasi utama dalam membangun usaha yang mampu bertahan di tengah persaingan pasar.



Melalui Muslimpreneur Talks 2026, IMMI UIN Ar-Raniry berharap lahir lebih banyak pengusaha Muslim muda yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat. Di tengah gelombang transformasi digital dan perubahan ekonomi global, forum ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda Aceh mulai mengambil peran dalam membangun ekosistem bisnis Islami yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image