Pidie Jaya gelar pilchiksung serentak
PIDIE JAYA – Suasana demokrasi menggelora di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Sebanyak 31 gampong (desa) secara serentak menggelar Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung), Rabu (24/6/2026), dalam sebuah pesta demokrasi tingkat desa yang melibatkan lebih dari 14 ribu pemilih dan puluhan calon pemimpin gampong.
Pemilihan serentak tersebut menjadi salah satu agenda politik lokal terbesar tahun ini di Pidie Jaya. Ribuan warga berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menentukan sosok yang akan memimpin pembangunan desa mereka selama enam tahun ke depan.
Guna memastikan proses pemilihan berjalan aman, tertib, dan demokratis, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menerjunkan tim monitoring yang dipimpin langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala SKPK, camat, serta pejabat terkait lainnya.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, turun langsung memantau pelaksanaan pemungutan suara di Kecamatan Trienggadeng yang meliputi Gampong Kuta Pangwa, Cot Makaso, dan Meucat. Kehadiran orang nomor satu di Pidie Jaya tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas demokrasi hingga ke tingkat gampong.
Sementara itu, Wakil Bupati Hasan Basri memonitor pelaksanaan pemilihan di sejumlah gampong di Kecamatan Ulim, sedangkan Sekretaris Daerah Dr. Munawar Ibrahim melakukan pemantauan di Kecamatan Meureudu. Tim monitoring lainnya disebar ke berbagai kecamatan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.
Menariknya, persaingan dalam Pilchiksung tahun ini berlangsung cukup dinamis. Beberapa gampong memiliki jumlah pemilih yang sangat besar sehingga menjadi perhatian tersendiri. Gampong Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru, tercatat sebagai gampong dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar mencapai 1.901 pemilih, disusul Deah Pangwa dengan 1.410 pemilih, dan Manyang Cut Meureudu sebanyak 1.144 pemilih.
Bagi masyarakat Aceh, pemilihan keuchik bukan sekadar memilih kepala desa. Keuchik memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, mulai dari pengelolaan dana desa, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, pelaksanaan Pilchiksung selalu menjadi momentum penting yang menyita perhatian warga. Di sejumlah gampong, masyarakat terlihat antusias menggunakan hak pilihnya sejak pagi hari demi menentukan arah pembangunan desa mereka untuk beberapa tahun mendatang.
Bupati Pidie Jaya menegaskan bahwa siapapun yang terpilih nantinya harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan kelompok pendukung maupun yang tidak memilihnya.
“Pemilihan keuchik adalah momentum menentukan masa depan gampong. Siapapun yang terpilih merupakan pilihan masyarakat dan harus menjadi pemimpin yang mampu merangkul seluruh warga,” ujar Sibral Malasyi.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana damai dan menghormati hasil pemilihan sebagai bentuk kedewasaan berdemokrasi.
Dengan pelaksanaan Pilchiksung serentak ini, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap lahir pemimpin-pemimpin desa yang amanah, berintegritas, dan memiliki visi kuat dalam membangun gampong. Sebab dari desa yang kuat, pembangunan daerah akan tumbuh lebih cepat, merata, dan berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, pesta demokrasi desa yang berlangsung serentak di 31 gampong tersebut menjadi bukti bahwa denyut demokrasi di akar rumput masih hidup, kuat, dan terus menjadi fondasi penting bagi masa depan Kabupaten Pidie Jaya.(Pang)

