BREAKING NEWS

Pidie Jaya bentuk kampung siaga bencana


PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengambil langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan membentuk dan memperkuat Kampung Siaga Bencana (KSB) di sejumlah wilayah. Program yang digelar pada 26–29 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh setelah berbagai bencana yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Kabupaten Pidie Jaya.


Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya bersama Taruna Siaga Bencana (TAGANA), didukung Kementerian Sosial Republik Indonesia, sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana alam.


Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, bersama Wakil Bupati H. Hasan Basri, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program yang dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.


Pembentukan Kampung Siaga Bencana tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis penanganan keadaan darurat, tetapi juga membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Melalui pembinaan yang dilakukan TAGANA, warga dibekali kemampuan melakukan mitigasi, evakuasi, komunikasi darurat, hingga penanganan pascabencana secara mandiri dan terorganisir.


Berbagai materi yang diberikan mencakup penguatan respons cepat saat terjadi bencana, pengelolaan hunian sementara, gotong royong pemulihan wilayah terdampak, serta koordinasi antarrelawan dan pemerintah dalam kondisi darurat.


Program ini lahir dari pengalaman panjang Pidie Jaya menghadapi berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga dampak cuaca ekstrem yang beberapa kali mengganggu kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah menilai kesiapsiagaan masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian ekonomi.


"Kampung Siaga Bencana bukan sekadar program pelatihan, tetapi gerakan membangun masyarakat yang siap, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi setiap ancaman bencana," demikian semangat yang diusung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.


Selain meningkatkan kapasitas warga, pembentukan KSB juga diharapkan mampu mempercepat koordinasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat ketika terjadi keadaan darurat sehingga proses evakuasi, penanganan pengungsi, hingga pemulihan dapat dilakukan secara lebih efektif.


Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan bahwa investasi terbesar dalam penanggulangan bencana bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan membangun sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan solidaritas tinggi saat menghadapi situasi krisis.


Dengan mengusung semangat "Masyarakat Tangguh, Desa Siaga, Pidie Jaya Bangkit Lebih Kuat", pembentukan Kampung Siaga Bencana diharapkan menjadi model penguatan ketahanan masyarakat yang dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia dalam membangun sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image