BREAKING NEWS

Abiya Berpulang, Camat Julok: Kami Merasa Kehilangan

Teks Foto : SALAT JENAZAH: Ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, memimpin salat jenazah almarhum Tgk H Abubakar atau Abiya di Komplek Dayah Bustanurridha Gampong Blang Mideun, Kec. Julok, Aceh Timur, Sabtu (27/6).

JULOK -- Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah salah seorang pimpinan dayah sekaligus panutan umat di Kecamatan Julok. Beliau adalah Tgk H Abubakar Ahmad atau akrab disapa Abiya Blang Mideun.


Kepulangan Abiya ke rahmatullah sama sekali tidak disangka, karena selama ini Abiya jarang sekali sakit, bahkan sehari sebelum meninggal, Abiya sempat menggelar zikir dan selawatan sekaligus buka puasa bersama dalam rangka Asyura di Masjid Al Kubra Kuta Binjei, karena Abiya tercatat sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Julok.


Abiya merupakan Pimpinan Dayah Bustanurridha yang beralamat di Gampong Blang Mideun, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Beliau merupakan alumni Dayah Darul Huda Lueng Angen, Aceh Utara. Setelah menjadi matang dengan ilmu agama, Abiya diminta menjadi guru di Dayah Bustanul Huda di Alue Cek Doi, tang di pimpin Tgk H Muhammad Ali atau akrab disapa Abu Paya Pasi.


Dimata Camat Julok, H. Muhammad, S.Pd.I, M.A, sosok Abiya merupakan panutan dan pimpinan dayah yang ramah dan mudah berteman dengan siapapun. Bahkan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pemerintahan, Abiya selalu hadir tepat waktu, meskipun undangan yang disampaikan terkadang menjelang kegiatan dimulai.


"Abiya, hana meudeh meunoe gobnyan, adak telat ta undang bak saboh-saboh acara, tapi tetap hadir tepat watee," ujar Camat Julok dalam bahasa Aceh, yang artinya, Abiya, tidak susah beliau, meskipun telat diundang namun tetap hadir tepat waktu.


Kenangan terakhir bersama Abiya, lanjut H Muhammad, Abiya memimpin tepung tawar kepulangan jamaah haji BTJ-07 asal Kecamatan Julok, di Masjid Al Kubra Kuta Binjei, Selasa (23/6) dini hari. Dua hari setelahnya, Camat Julok bersama Abiya kembali menggelar kegiatan Zikir, Selawatan dan Doa di Malam Asyura di Masjid Al Kubra Kuta Binjei, Kamis (25/6) malam.


"Abiya merasa tidak enak badan saat berwudhuk hendak melaksanakan salat mahgrib. Lalu beberapa jamaah memegang dan membawa Abiya ke teras masjid. Selesai salat mahgrib lalu kami melarikan Abiya ke RSUD Dr Zubir Mahmud Aceh Timur di Idi. Hanya 24 jam dirawat disana, Abiya meninggal di Ruang ICU," ujar H. Muhammad yang juga alumni YPI Darussa'adah Cabang Idi Cut.


Dia bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama ikut melayat dan menyalatkan jenazah Abiya di Komplek Masjid Bustanurridha Blang Mideun. Bahkan ribuan jamaah hadir menyalatkan Abiya secara bergiliran sejak malam hingga pagi.


Prosesi pelepasan dipimpin Abu di Paya Pasi (Tgk H Muhammad Ali). Bahkan hadir juga Tgk H Djafar atau Abi Djafar Lueng Angen dan sejumlah pimpinan dayah lainnya.


"Mewakili masyarakat Julok, kepergian Abiya menjadikan kami merasa kehilangan, padahal Abiya sudah seperti orangtua kami sendiri. Semoga Allah memberikan pengganti Abiya untuk kami masyarakat Julok," ujar H. Muhammad. (bsi)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image