LHOKSUKON – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi yang terdampak banjir di Kecamatan Langkahan, dan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut diserahkan dalam kunjungan kemanusiaan bersama pemerintah daerah untuk membantu pemulihan kegiatan belajar pasca-bencana.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati, serta Anggota Komisi IV DPR RI Jamaluddin Idham.
Bantuan pendidikan yang disalurkan berupa baju sekolah, sepatu, kaus kaki, meja belajar lesehan, buku tulis, buku gambar, alat tulis, serta perlengkapan keagamaan seperti iqra dan juz ‘Amma. Paket bantuan ini dibagikan kepada siswa di beberapa sekolah dasar, yakni SDN 9 Tanah Jambo Aye, SDN 4 Jambo Aye, SDN 7 Langkahan, dan SDN 2 Langkahan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh sejumlah tokoh nasional PDI-P yang hadir langsung ke lokasi, didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd. Pemerintah daerah turut memfasilitasi koordinasi dengan pihak kecamatan dan sekolah penerima bantuan.Perlengkapan sekolah
Plt. Sekda Aceh Utara Jamaluddin mengatakan, bantuan perlengkapan sekolah ini diharapkan dapat membantu siswa kembali mengikuti proses belajar dengan layak setelah fasilitas mereka terdampak banjir.
“Bantuan ini ditujukan untuk memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah dan tidak tertinggal pelajaran meski baru saja mengalami bencana,” ujarnya di sela kegiatan penyerahan bantuan.
Banjir yang melanda Kecamatan Langkahan pada akhir November 2025 menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas pendidikan terdampak, termasuk perlengkapan belajar milik siswa. Sebagian warga masih dalam tahap pemulihan saat bantuan disalurkan.
Selain penyerahan bantuan pendidikan, rombongan juga melakukan pertemuan singkat dengan warga dan pihak sekolah untuk mendengar langsung kondisi serta kebutuhan pasca-banjir, khususnya di sektor pendidikan dan pertanian.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan layanan dasar, termasuk memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak dapat berjalan normal kembali. (paseesatu/red/ks/sul)

