Sejumlah Gampong di Lhoksukon Terendam Banjir
LHOKSUKON – Banjir kembali merendam permukiman warga serta akses jalan lintas Lhoksukon-Cot Girek di sejumlah gampong di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (21/10/2026). Peristiwa ini terjadi akibat jebolnya tanggul sungai sepanjang sekitar 15 meter yang tak kunjung diperbaiki sejak musibah banjir tahun 2025 lalu.
Adapun beberapa gampong yang parah terdampak banjir akibat luapan air ini meliputi Gampong Meunasah Dayah LT, Gampong Krueng, Teungoh, hingga Buloh LT.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh, Marzuki Y (Geuchik Mar), yang turun langsung meninjau lokasi bersama aparatur desa, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang terus berulang setiap kali musim hujan tiba.
"Setiap tahun asal hujan, masyarakat selalu tergenang di beberapa desa di sini. Kami sudah turun langsung ke lapangan dan kondisinya cukup memprihatinkan," ujar Marzuki saat diwawancarai di lokasi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Marzuki, jebolnya tanggul sekitar 15 meter tersebut memperparah luapan air hingga menggenangi rumah-rumah warga di gampong-gampong tersebut. Pihaknya mendesak pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus dan segera melakukan penanganan permanen mengingat ancaman kenaikan debit air susulan dalam beberapa hari ke depan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dusun (Kadus) Gampong Meunasah Dayah LT, Ali Basah, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama akibat tanggul yang jebol sejak setahun lalu dan belum mendapat penanganan dari pihak berwenang.
Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai 0,5 meter hingga 1 meter, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi.
"Tahun ini selalu ada banjir. Tiap kali hujan di hulu, kami di sini pasti terendam karena tanggulnya sudah jebol sejak setahun lalu dan belum ada perbaikan. Ketinggian air di rumah warga bervariasi antara setengah meter sampai satu meter, bahkan ada yang sudah mengungsi," tutur Ali Basah.
Warga bersama perangkat desa mengaku telah berulang kali melaporkan kerusakan tanggul ini kepada pihak kecamatan maupun kabupaten. Namun, hingga kini, belum ada respons maupun tindakan perbaikan nyata dari pemerintah.
Masyarakat dan pihak legislatif berharap pemerintah daerah segera bergerak cepat memperbaiki tanggul tersebut guna mencegah dampak banjir yang lebih luas di Gampong Meunasah Dayah LT, Krueng, Teungoh, dan Buloh LT, terlebih cuaca ekstrem masih berpotensi meningkatkan debit air dalam beberapa hari mendatang.(sul)

