Blank Spot, 5 Gampong di Cot Girek Harapkan Pembangunan Tower Seluler
![]() |
| Ilustrasi Blank Spot |
ACEH UTARA — Pemerintah gampong di kawasan Kemukiman Beurandang, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan ketiadaan akses jaringan telekomunikasi (blank spot) yang melanda wilayah mereka. Kondisi tersebut mengakibatkan pelayanan administrasi dan pemutakhiran data masyarakat untuk berbagai program pemerintah kerap mengalami keterlambatan.
![]() |
| Geuchik Beurandang Krueng, Adi Khairullah |
Geuchik Beurandang Krueng, Adi Khairullah, mengungkapkan bahwa keterbatasan jaringan membuat jajaran aparatur desa harus menempuh perjalanan ke wilayah perkotaan pada malam hari hanya untuk mengunggah dokumen dan data warga.
"Kami sangat merasa kewalahan. Terkadang, kami harus turun ke wilayah perkotaan pada jam 10 malam untuk melakukan penginputan data. Di saat gampong lain sudah selesai melaksanakan program, di tempat kami justru terkendala karena tidak ada akses internet," ujar Geuchik Adi saat ditemui di Kedai Kopi Cot Girek, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan, wilayah Kemukiman Beurandang menaungi lima gampong, yaitu Gampong Beurandang Krueng, Seupeng, Drien Dua, Beurandang Dayah, dan Beurandang Asan, dengan total populasi mencapai kurang lebih 2.800 jiwa.
Selain pemukiman warga, di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah fasilitas umum dan prasarana pendidikan yang membutuhkan koneksi internet, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), sarana peribadatan (masjid dan meunasah), hingga pusat perekonomian warga (keude).
Meski kendala ini telah berlangsung lama, pihak pemerintah gampong mengakui bahwa hingga saat ini belum pernah mengajukan permohonan resmi secara tertulis kepada pemerintah daerah maupun pihak penyedia layanan telekomunikasi.
Atas kondisi tersebut, Geuchik Adi mewakili aparatur pemerintahan gampong dan masyarakat di Kemukiman Beurandang berharap pemerintah serta penyedia layanan seluler, seperti Telkomsel, dapat segera mendirikan menara pemancar (tower BTS) di wilayah mereka.
"Harapan kami kepada Bupati Ayah Wa agar tower seluler bisa direalisasikan dan didirikan di wilayah kami. Akses data masyarakat ini sangat vital, dan kami tidak ingin terus-menerus ketinggalan setiap kali ada instruksi atau program baru dari pemerintah," pungkasnya. (sul)


