Antisipasi Penyakit Pascabanjir, Dinkes Aceh Utara Ingatkan Pentingnya PHBS
Aceh Utara – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengingatkan masyarakat agar meningkatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah penting mengantisipasi ancaman berbagai penyakit pascabanjir. Upaya menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika banjir dan cuaca ekstrem berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sebelum, selama, dan setelah bencana. Kondisi lingkungan yang tercemar akibat genangan banjir dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit apabila tidak ditangani dengan baik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Nurzahri, SKM., M.K.M, yang ditunjuk oleh Bupati Aceh Utara, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Samsul Bahri, S.K.M., M.K.M., menyampaikan imbauan tersebut pada Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, penerapan PHBS merupakan salah satu langkah sederhana tetapi penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang kerap muncul setelah banjir. Kesadaran setiap keluarga dalam menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat sangat diperlukan guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.
Masyarakat diimbau untik tidak menggunakan air yang diduga telah tercemar banjir untuk keperluan konsumsi maupun memasak. Air minum harus dipastikan aman, sedangkan makanan perlu disimpan dan diolah secara higienis agar tidak terkontaminasi kuman penyebab penyakit.
Selain itu, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih harus terus diterapkan, khususnya sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, serta setelah menggunakan jamban atau membersihkan sisa genangan banjir. Peralatan rumah tangga yang terendam juga perlu dibersihkan dan didisinfeksi secara aman sesuai jenis bahan dan tingkat pencemarannya.
Dinkes Aceh Utara turut mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, termasuk membersihkan lumpur, membuang sampah pada tempatnya, serta memastikan saluran pembuangan air tidak tersumbat. Lingkungan yang bersih dan terawat menjadi bagian penting dalam mencegah berkembangnya sumber penyakit.
Disisi lain, masyarakat diminta mewaspadai sejumlah gejala gangguan kesehatan, seperti diare, demam, dan penyakit kulit. Apabila mengalami keluhan setelah terpapar banjir, warga disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan, karena mereka membutuhkan perlindungan lebih dalam situasi pascabencana.
Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mengajak seluruh masyarakat menjadikan PHBS sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika bencana terjadi. Dengan meningkatkan kewaspadaan, menjaga sanitasi, serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan, risiko penyakit pascabanjir diharapkan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas kembali dengan lebih aman dan sehat. (ADV)

