BREAKING NEWS

Bulog Pastikan Bantuan Pangan Pidie-Pidie Jaya Aman hingga September


PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan kualitas beras yang akan disalurkan dalam program Bantuan Pangan (Banpang) diperiksa sebelum didistribusikan kepada masyarakat.


Pengecekan dilakukan melalui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya, Muhammad Nur, dengan meninjau langsung beras jenis medium yang tersimpan di Gudang Bulog Meureudu, Kamis (13/8/2026).


Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan bantuan pangan yang diterima masyarakat memenuhi standar kualitas sebelum masuk ke tahap distribusi.


Muhammad Nur melihat langsung kondisi beras yang dipersiapkan untuk penyaluran bantuan pangan. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga berkoordinasi dengan Perum Bulog terkait kesiapan stok dan distribusi bantuan kepada masyarakat.


Di sisi lain, Perum Bulog Kantor Cabang Sigli memastikan stok beras untuk program Bantuan Pangan alokasi Juli, Agustus dan September 2026 dalam kondisi aman.


Pemimpin Cabang Perum Bulog Sigli, Ahmad Fadly, mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang ditugaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog.


“Kami sudah menerima surat penugasan untuk melaksanakan penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 dari Bapanas dan segera kami tindak lanjuti,” kata Ahmad Fadly, Rabu (12/8/2026).


120.200 Keluarga Jadi Sasaran


Pada tahap kedua penyaluran Banpang, Bulog Sigli akan melayani masyarakat di dua wilayah, yakni Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya.


Total penerima bantuan di kedua daerah tersebut mencapai 120.200 penerima manfaat.


Berbeda dengan penyaluran sebelumnya yang mencakup beras dan minyak goreng, bantuan pangan tahap II kali ini diberikan dalam bentuk beras.


Ahmad Fadly memastikan stok yang dikuasai Bulog Sigli mencukupi untuk mendukung penyaluran hingga September 2026.


“Stok kami sangat mencukupi untuk penyaluran Bantuan Pangan sampai September, baik untuk Pidie maupun Pidie Jaya,” ujarnya.


Saat ini, stok beras di Bulog Sigli tercatat sekitar 17.000 ton.


Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan bantuan pangan dapat disalurkan secara berkelanjutan kepada masyarakat yang masuk dalam daftar penerima manfaat.


Bukan Sekadar Stok, Distribusi Jadi Perhatian


Bulog tidak hanya menyiapkan beras. Persiapan juga mencakup administrasi, logistik, validasi data penerima hingga mekanisme distribusi di lapangan.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima masyarakat secara tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.


Bulog Sigli juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mengevaluasi proses penyaluran.


Program Bantuan Pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban masyarakat di tengah dinamika harga pangan.



Bagi Pidie Jaya, pengecekan langsung kualitas beras menjadi penting agar bantuan yang disalurkan pemerintah bukan hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga layak dan berkualitas ketika sampai ke tangan masyarakat.(Pangwa) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image