Sinergi Muspika Matangkuli Bentuk Karakter dan Nasionalisme Siswa Baru SMAN 1
ACEH UTARA — SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, melibatkan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat dalam membekali peserta didik baru pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (13/7) hingga Sabtu (18/7) tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, melainkan juga fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta kesadaran hukum bagi para siswa baru.
Kepala SMAN 1 Matangkuli, Zulfikar, S.Pd., M.Pd., di Aceh Utara, Jumat (17/7), mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Perbedaan ini mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Aceh yang mengarahkan agar kegiatan MPLS diisi dengan materi yang lebih edukatif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan," ujar Zulfikar.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Camat Matangkuli Rizki Rasmana Hanafiah, S.IP., M.Si., hadir memberikan motivasi kepada para siswa baru mengenai pemanfaatan gawai (smartphone) secara bijak guna mendukung kesuksesan akademik.
Rizki menekankan pentingnya beralih dari penggunaan gawai yang membuang waktu dan biaya secara berlebihan, menjadi pemanfaatan akses informasi di genggaman untuk belajar dan memperluas wawasan.
Sementara itu, Danramil 15/Matangkuli Kapten Inf. Mhd Saibani memberikan pemaparan materi mengenai pentingnya nilai bela negara dan rasa cinta tanah air.
Menurut Danramil, mempertahankan kedaulatan NKRI merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda. Ia mengedukasi siswa bahwa wujud nyata cinta tanah air di era sekarang dapat diimplementasikan melalui kepedulian aktif menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi sumber daya alam di sekitar mereka.
Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Matangkuli Iptu Aulia Iskandar, S.H., turut menyampaikan sosialisasi terkait pencegahan kenakalan remaja melalui edukasi interaktif.
Iptu Aulia mengingatkan para siswa mengenai bahaya laten judi online, kecanduan game online, serta pentingnya menghentikan segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Melalui paradigma polisi sebagai mitra masyarakat dan sahabat anak, kepolisian berkomitmen melindungi generasi muda dari pengaruh negatif sejak hari pertama sekolah.
"Selain bahaya kecanduan digital yang dapat memicu perilaku menyimpang seperti merokok dan narkoba, kami juga mendorong para siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri, berani mencoba tanpa takut salah, dan tetap fokus mengejar cita-cita," kata Kapolsek Matangkuli.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, SMAN 1 Matangkuli berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan rasa nasionalisme yang tinggi.(Jamaluddin Idris)

