BREAKING NEWS

Guru Berprestasi Nasional Luncurkan Platform Digital Keagamaan untuk Pelajar dan Santri


PIDIE JAYA – Di tengah kekhawatiran meningkatnya penggunaan gadget yang cenderung menghabiskan waktu anak selama libur sekolah, seorang pendidik asal Aceh menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mengubah telepon pintar menjadi ruang belajar produktif.


Guru berprestasi nasional, Ustad Azhar Kiran, M.Pd, resmi meluncurkan KBM-LIPRO26 (Kegiatan Belajar Mandiri Liburan Produktif 2026), sebuah platform pembelajaran digital yang dirancang untuk membantu pelajar dan santri meningkatkan kemampuan keagamaan sekaligus membangun karakter disiplin selama masa liburan.


Peluncuran dilakukan di Kompleks Yayasan Usman Bin Affan Dzu Nurain, Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (5/7), bertepatan dengan kegiatan pertemuan prasekolah antara pihak sekolah dan orang tua siswa.


Program tersebut disaksikan ratusan wali murid, para guru, kepala sekolah, serta mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Jaya, Hj. Juairiah, S.Pd., yang turut memberikan dukungan terhadap inovasi tersebut.


Azhar Kiran bukan nama baru dalam dunia pendidikan. Ia merupakan peraih predikat Guru Inovasi Aceh Tahun 2022 dan penerima PGM Award tingkat nasional 2025 di Jakarta. Pengalaman panjang membina siswa di sekolah, madrasah, hingga pesantren kemudian dirangkum menjadi sebuah sistem pembelajaran digital yang dapat diakses secara mandiri oleh peserta didik.


Platform KBM-LIPRO26 dirancang untuk jenjang SD, SMP, SMA hingga santri dayah dengan konsep belajar yang sederhana namun terstruktur. Peserta cukup membuka materi melalui tautan yang tersedia, memilih bidang yang ingin dipelajari, kemudian mengikuti video tutorial, meniru praktik, mengulang latihan, hingga mampu menguasai materi secara mandiri.


Menurut Azhar Kiran, pendekatan tersebut memungkinkan orang tua berperan sebagai pendamping belajar tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan agama yang mendalam.


"Program ini diharapkan menjadi solusi agar anak-anak memanfaatkan gadget untuk belajar, bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang mudah diterapkan di rumah, sekolah maupun pesantren," ujarnya.


Keunggulan platform ini terletak pada kombinasi materi digital, video interaktif, serta metode pengulangan (repetisi) yang dinilai efektif memperkuat pemahaman peserta didik.


Tidak hanya berisi materi membaca Al-Qur'an, KBM-LIPRO26 juga mengintegrasikan lima kelompok kurikulum utama yang mencakup seni baca Al-Qur'an, ibadah, kaligrafi Islam, seni Islami, hingga keterampilan berbahasa.


Ratusan video pembelajaran disediakan untuk membantu peserta mempelajari berbagai materi seperti tartil, tahfiz, tilawah, syarhil Quran, fahmil Quran, azan, praktik salat, kaligrafi, nasyid, pidato, khutbah Jumat, Master of Ceremony (MC), hingga percakapan dasar dalam Bahasa Aceh, Indonesia, Arab, dan Inggris.


Platform tersebut juga diproyeksikan menjadi sarana pembinaan peserta yang dipersiapkan mengikuti berbagai ajang prestasi seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), maupun Musabaqah Tunas Ramadan (MTR).


Berbeda dengan pembelajaran daring pada umumnya, KBM-LIPRO26 menerapkan sistem evaluasi harian secara real-time. Setiap peserta diwajibkan mengunggah dokumentasi aktivitas belajar berupa foto, video, rekaman suara maupun hasil latihan sebelum waktu Magrib.


Sistem tersebut memungkinkan guru memantau perkembangan peserta secara langsung sekaligus memberikan umpan balik apabila ditemukan kendala selama proses pembelajaran.


Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi yang menghubungkan peserta didik, orang tua, guru hingga masyarakat umum melalui forum diskusi daring sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih interaktif.


Azhar Kiran menegaskan, pengembangan platform ini bukan semata inovasi teknologi pendidikan, tetapi juga bagian dari kontribusinya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.


"Harapan kami, KBM-LIPRO26 menjadi media pembelajaran yang memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir melalui ilmu yang dipelajari dan diamalkan," katanya.


Hadirnya KBM-LIPRO26 menunjukkan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak selalu identik dengan pembelajaran akademik semata. Melalui pendekatan berbasis teknologi yang dikombinasikan dengan pendidikan karakter dan keagamaan, inovasi ini menawarkan model baru pemanfaatan gadget yang lebih produktif bagi generasi muda Indonesia.(Pangwa) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image