Dinsos Pidie Jaya Buka Akses Informasi Secara Transparan
PIDIE JAYA – Bagi ribuan warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, kepastian mengenai bantuan sering kali menjadi pertanyaan yang terus mengemuka. Kapan bantuan cair? Siapa yang berhak menerima? Bagaimana mekanismenya?
Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Pidie Jaya membuka layanan informasi khusus dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pidie Jaya ke-19 dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Melalui stand pelayanan yang dibuka di arena pameran, masyarakat kini dapat memperoleh informasi langsung mengenai berbagai program bantuan pascabanjir, mulai dari Bantuan Jaminan Hidup (Jadup), Bantuan Isi Hunian, hingga Bantuan Stimulus Ekonomi yang selama ini menjadi perhatian banyak warga terdampak.
Kehadiran stand tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang ingin mendapatkan penjelasan resmi terkait perkembangan bantuan yang sedang diproses pemerintah. Di tengah banyaknya informasi yang beredar, warga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan petugas agar memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun pelayanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada bantuan banjir. Dinas Sosial P3A juga membuka berbagai layanan sosial yang menyentuh kelompok rentan, mulai dari pendaftaran operasi katarak gratis bagi lanjut usia, konsultasi perlindungan anak, pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan, layanan adopsi anak, hingga konsultasi bagi penyandang disabilitas.
Bagi sebagian warga, keberadaan layanan tersebut menjadi ruang pengaduan sekaligus harapan. Mereka tidak lagi harus menunggu informasi beredar dari mulut ke mulut, melainkan bisa bertanya langsung kepada instansi yang berwenang.
Plt Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Pidie Jaya menegaskan bahwa seluruh masyarakat dipersilakan datang untuk memperoleh informasi secara terbuka mengenai berbagai program bantuan yang sedang berjalan.
Menurutnya, petugas akan memberikan penjelasan sesuai mekanisme dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Di tengah upaya pemulihan pascabanjir yang masih berlangsung, langkah membuka layanan konsultasi langsung kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dari transparansi pelayanan publik. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membuka ruang komunikasi agar masyarakat mengetahui proses dan tahapan yang sedang berjalan.
Momentum HUT ke-19 Kabupaten Pidie Jaya pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Di balik kemeriahan pameran dan hiburan rakyat, terdapat upaya menghadirkan pelayanan yang menjawab kebutuhan warga, terutama mereka yang masih berjuang bangkit setelah bencana.
Bagi banyak keluarga terdampak banjir, satu informasi yang jelas terkadang sama berharganya dengan bantuan itu sendiri. Dan di stand Dinas Sosial P3A Pidie Jaya, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap pertanyaan masyarakat mendapatkan jawaban yang pasti.(Pang)

