BREAKING NEWS

Mesjid Agung Pante Geulima “Libas” 42 Peserta, Raih Juara Umum Pawai Takbir Pidie Jaya dengan Skor Telak 93 Poin


PIDIE JAYA — Persaingan sengit mewarnai ajang Pawai Takbir Keliling Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Pidie Jaya. Dari total 43 peserta yang turun dengan mobil hias penuh cahaya dan ornamen Islami, Mesjid Agung Tgk Chik Pante Geulima tampil paling mencolok dan sukses keluar sebagai juara umum dengan torehan nilai telak, 93 poin.



Dominasi Mesjid Agung Pante Geulima langsung menjadi sorotan publik setelah dewan hakim mengumumkan hasil penilaian resmi usai pawai akbar yang mengguncang jalanan Pidie Jaya pada malam takbiran. Penampilan megah mobil hias mereka disebut mampu mencuri perhatian ribuan warga yang memadati jalur pawai.



Di posisi kedua, Dayah Umul Ayman II harus puas dengan perolehan 75 poin, terpaut jauh dari sang juara. Sementara RSUD Pidie Jaya menempati posisi ketiga dengan nilai 72 poin.



Persaingan ketat juga terjadi di papan harapan. Dinas Perikanan Pidie Jaya mengamankan Harapan I dengan 71 poin, disusul Masjid Iskandar Muda Kuta Baro sebagai Harapan II dengan 69 poin, dan Masjid Madinah Trienggadeng di posisi Harapan III dengan 68 poin.



Ajang pawai tahun ini tidak sekadar menjadi parade kendaraan hias. Dentuman takbir, gemerlap lampu warna-warni, miniatur kubah masjid, hingga desain Islami futuristik membuat malam Iduladha di Pidie Jaya berubah bak festival religi terbesar di kawasan pantai utara Aceh.



Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E, memberikan apresiasi khusus kepada seluruh peserta, terutama Mesjid Agung Tgk Chik Pante Geulima yang dinilai berhasil menghadirkan semangat syiar Islam secara kreatif dan memikat.



“Prestasi ini harus menjadi pemantik semangat untuk terus memakmurkan masjid, membina generasi muda, dan menjaga tradisi Islam yang damai serta mempersatukan masyarakat,” ujar Sibral Malasyi.



Ia menegaskan kemenangan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata. Menurutnya, pawai takbir harus menjadi ruang membangun kecintaan generasi muda terhadap masjid, tradisi keagamaan, dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.



Antusiasme masyarakat yang membludak sepanjang jalur pawai disebut menjadi bukti bahwa syiar Islam di Pidie Jaya masih hidup dan memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan zaman. Ribuan warga bahkan rela bertahan hingga larut malam demi menyaksikan parade mobil hias yang melintasi pusat kota.



Malam takbiran tahun ini pun bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga pertarungan kreativitas, gengsi antarpeserta, dan semangat menunjukkan identitas Islami di hadapan publik. Di tengah gemuruh takbir dan sorotan lampu mobil hias, Pidie Jaya memperlihatkan bahwa tradisi religius masih menjadi denyut kuat kehidupan masyarakatnya.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image