ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayah Wa, meminta masyarakat untuk proaktif memeriksa pengumuman hasil verifikasi dan validasi data kerusakan rumah tahap I yang telah ditempel di setiap gampong (desa) di kabupaten setempat, Jumat.
Langkah ini diambil guna memastikan akurasi data warga terdampak bencana sebelum proses bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaksanakan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyampaikan bahwa Bupati Ayah Wa bersama Wakil Bupati Tarmizi Panyang berkomitmen mengawal aspirasi warga. Hal ini telah ditegaskan dalam rapat evaluasi bersama BNPB pada 16 Februari lalu.
"Bupati dan Wakil Bupati telah meminta kepada BNPB agar warga yang rumahnya terdampak, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan, diberikan hak sanggah jika terdapat ketidaksesuaian data," ujar Muntasir.
Saat ini, Tim BNPB telah menyelesaikan verifikasi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sawang, Muara Batu, Seunuddon, dan Langkahan. Adapun kecamatan lainnya masih dalam proses verifikasi, validasi, serta penyepadanan data oleh tim teknis.
Mekanisme Sanggah dan Uji Publik
Muntasir menjelaskan bahwa sebagai bentuk transparansi, hasil verifikasi tersebut kini memasuki tahap uji publik selama tiga hari. Pengumuman dilakukan melalui pengeras suara di gampong-gampong dan daftar nama ditempel di lokasi strategis agar mudah diakses warga.
"Bagi warga yang merasa memenuhi kriteria namun ingin memberikan tanggapan atau sanggahan, diharapkan segera mengisi formulir yang disediakan," tuturnya.
Mekanisme penyampaian sanggah dilakukan dengan menyerahkan formulir kepada Geuchik (Kepala Desa) untuk diteruskan ke Camat, dan selanjutnya disampaikan ke Posko BPBD guna dilakukan verifikasi ulang.
"Intinya, harapan Bupati dan Wakil Bupati adalah jangan sampai ada warga korban bencana yang rumahnya rusak dan telah memenuhi kriteria namun merasa dirugikan atau terabaikan dalam proses ini," pungkas Muntasir.(Jamaludin Idris)