Aceh Timur Ikut Serta Dalam Penguatan Wawasan Satu Data Indonesia


Jumat, 22 Maret 2024 - 16.58 WIB



Aceh Timur - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Timur, Kamis (21/03/2024) mengikuti kegiatan klinik konsultasi penguatan wawasan satu data bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh secara daring.


Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Diskominsa Aceh Marwan Yusuf, B.HSc, MA  tersebut diikuti oleh perwakilan Diskominfo se-Aceh dan juga BAPPEDA serta Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan LSM Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) Kemitraan Australia-Indonesia.


“Kegitan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan dalam pengelolaan data statistik sektoral untuk mendukung penerapan Satu Data Indonesia, serta mengagendakan data cleaning pada portal open data pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh,” kata Marwan Yusuf. 


Kegiatan secara daring yang berlangsung di ruang kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Timur diikuti perwakilan dari Perangkat Daerah di Kabupaten Aceh Timur, yaitu,  BAPPEDA, Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan.


Kemudian  Dinas Sosial, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,  Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Dinas Pendidikan Dayah mengikuti secara bersama-sama di ruang kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Timur.


Kepala Dinas Kominfo Aceh Timur, Nauli, SSTP, MAP melalui Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Aceh Timur, Zatul Fadhli, M. I.Kom menyampaikan, pada kesempatan ini seluruh peserta mendapatkan informasi tentang pengelolaan statistik sektoral untuk mendukung Satu Data Indonesia.


“Klinik konsultasi bersama Diskominsa Aceh ini sangat bermanfaat dan telah memberikan pencerahan kepada kita tentang peran dan Fungsi Forum SDI Aceh dalam Pembinaan Satu Data di Aceh baik itu dari BPS, BAPPEDA maupun Diskominsa Aceh”, jelas Zatul Fadhli, M. I.Kom. (bsi).

Bagikan:
KOMENTAR