Australia Pertimbangkan Larangan Anak Masuk TK Jika Tak Divaksin


Rabu, 15 Maret 2017 - 07.41 WIB


JAKARTA - Di Australia diketahui terjadi kenaikan kasus-kasus penyakit infeksi seperti campak, cacar air, dan pertusis. Penyakit tersebut seharusnya sudah jarang terjadi berkat program imunisasi, namun kembali muncul karena mencuatnya gerakan antivaksin.


Survei oleh Australian Child Health menyebut bahwa sekitar 2.000 atau lima persen populasi anak benar-benar sama sekali tak tersentuh vaksin. Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengaku khawatir terhadap fakta tersebut merujuk kasus di mana ada seorang bayi meninggal akibat pertusis.


Oleh karena itu untuk menimbulkan efek jera Turnbull berencana menerapkan peraturan nasional anak yang tak divaksin tak boleh ikut sekolah di tingkat taman kanak-kanak. Kelompok kesehatan mendukung keputusan tersebut mengatakan sudah jadi kewajiban orang tua untuk melindungi anak-anaknya.


"Ini bukan masalah teoritis, ini menyangkut hidup dan mati," kata Turnbull seperti dikutip dari BBC, Selasa (14/3/2017).


"Kalau orang tua bilang 'saya tidak akan memvaksinasi anak saya,' maka dia bukan hanya menempatkan anaknya dalam risiko tetapi juga anak orang lain di sekitarnya," lanjut Turnbull.


Ahli penyakit menular Professor Jodie McVernon dari Murdoch Children's Research Institute menyebut tren meningkatnya gerakan anti vaksin di Australia adalah sebuah kekhawatiran nasional. Ketika tingkat vaksinasi suatu populasi jatuh berada di bawah minimal maka besar kemungkinan untuk suatu penyakit menular berkembang.


Hal ini berkaitan dengan apa yang disebut 'herd immunity'. Sederhananya ketika anggota suatu kelompok banyak yang divaksin, maka penyakit menjadi tidak mudah menular di antara individu dan prevalensinya rendah. [detik]
Bagikan:
KOMENTAR