Satu-satunya di Sumatera, Prodi Bioteknologi Unimal Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum
ACEH UTARA – Program Studi S1 Bioteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal), menggelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum di Aula Fakultas Pertanian, Aceh Utara. Kegiatan strategis ini bertujuan menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Sebagai satu-satunya program studi Bioteknologi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Pulau Sumatera, Unimal berkomitmen menghadirkan kurikulum yang adaptif dan inovatif. Lokakarya yang digelar secara hibrida ini melibatkan akademisi, praktisi, alumni, hingga mitra industri.
Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unimal, Dr. Erniati, S.Si., M.Si., menyatakan bahwa pembaruan kurikulum adalah langkah krusial agar lulusan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Kurikulum harus terus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Kami ingin menghasilkan lulusan yang unggul dan memiliki daya saing tinggi melalui kolaborasi dengan para pakar dan stakeholder," ujar Erniati dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber, pakar dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta sekaligus pengurus Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia (IPSBI), Dr. Listya Utamai Karmawan, menekankan pentingnya penerapan Outcome-Based Education (OBE). Menurutnya, kurikulum masa kini harus mengintegrasikan keterampilan profesional, berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah.
Sementara itu, Koordinator Prodi S1 Bioteknologi Unimal, Dr. Lukman, memaparkan rancangan kurikulum baru yang difokuskan pada penguatan bidang bioteknologi pertanian, pangan, lingkungan, hingga bioinformatika.
"Pembaruan ini juga menyentuh aspek kewirausahaan berbasis potensi lokal agar lulusan lebih relevan dengan tantangan masa depan," ungkap Lukman.
Dalam sesi diskusi, para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari PT East-West Seed Indonesia, PT Pupuk Iskandar Muda, serta KBQ Baburrayyan, memberikan masukan penting terkait integrasi teknologi. Salah satu poin utama yang mencuat adalah usulan agar kurikulum lebih adaptif terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Integrasi AI dinilai penting untuk mendukung kompetensi mahasiswa, khususnya dalam analisis genom, bioinformatika, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Hasil dari lokakarya ini nantinya akan menjadi dasar utama penyempurnaan struktur kurikulum dan capaian pembelajaran. Dengan langkah ini, Prodi Bioteknologi Unimal diharapkan dapat terus menjadi pusat pendidikan dan inovasi bioteknologi yang berkontribusi signifikan bagi pembangunan sektor hayati di Indonesia.(**)

