Rp1,8 Miliar Bantuan Isi Hunian dan Stimulus Ekonomi Mengalir ke Warga Pijay
PIDIE JAYA — Di tengah upaya warga bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi yang sempat mengguncang kehidupan, secercah harapan mulai mengetuk pintu rumah-rumah di Kabupaten Pidie Jaya.
Sebanyak 701 kepala keluarga (KK) tercatat menerima bantuan isi hunian dan stimulus ekonomi dari pemerintah melalui Kementerian Sosial RI, sebagai bagian dari proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Pada tahap awal, bantuan mulai disalurkan kepada 229 KK dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp1,832 miliar. Program tersebut mencakup bantuan isi hunian untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga serta stimulus ekonomi bagi keluarga terdampak agar roda kehidupan kembali bergerak setelah masa sulit.
Data penyaluran menunjukkan bantuan tahap pertama tersebar melalui sejumlah kantor layanan, mulai dari wilayah Leungputu, Trienggadeng, Meureudu, Meurah Dua hingga Ulee Gle, dengan jumlah penerima bervariasi. Nominal bantuan disesuaikan dengan skema pemulihan sosial yang ditetapkan pemerintah pusat bagi korban bencana.
Program ini menjadi bagian dari paket bantuan sosial pemerintah untuk mempercepat pemulihan warga Pidie Jaya pascabanjir dan bencana hidrometeorologi. Secara lebih luas, pemerintah pusat sebelumnya menyalurkan berbagai bantuan untuk korban terdampak di Pidie Jaya, termasuk bantuan isi hunian sementara senilai Rp3 juta per KK, bantuan stimulus ekonomi Rp5 juta per KK, hingga jaminan hidup bagi ribuan warga terdampak.
Bagi banyak keluarga, angka-angka itu bukan sekadar data statistik. Bantuan yang masuk menjadi harapan baru untuk membeli perlengkapan rumah yang hilang, memperbaiki ruang hidup yang rusak, hingga memutar kembali usaha kecil yang sempat lumpuh akibat bencana. Di saat sebagian warga masih berjuang menata ulang kehidupan, aliran bantuan ini menjadi penanda bahwa proses pemulihan belum berhenti—dan perjuangan untuk bangkit masih terus berjalan.(Pang)

