BREAKING NEWS

IDI Salurkan 10 Ekor Hewan Kurban untuk Korban Banjir Pijay


PIDIE JAYA — Di saat banyak warga Pidie Jaya masih berjuang bangkit dari trauma banjir dan longsor, secercah harapan datang menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyalurkan 10 ekor hewan kurban untuk masyarakat di 10 desa terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.



Bantuan kemanusiaan itu diserahkan secara simbolis oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Pidie Jaya, dr. Andria Saputra, Sp.B, sebagai bentuk kepedulian tenaga medis terhadap masyarakat yang terdampak musibah.



Kesepuluh desa penerima bantuan kurban tersebut meliputi Gampong Meunasah Mancang, Dayah Husen, Pantee Beureune, Blang Cut, Sunong, Gunteng, Meunasah Raya, Blang, Blang Awe, dan Manyang Cut — wilayah-wilayah yang sebelumnya sempat diterjang banjir dan longsor hingga menyebabkan kerusakan permukiman serta aktivitas warga lumpuh.



Penyaluran hewan kurban dari organisasi profesi dokter terbesar di Indonesia itu langsung mendapat sambutan haru dari masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi warga yang belum sepenuhnya pulih pascabencana, bantuan kurban dinilai menjadi simbol solidaritas sekaligus penguat semangat untuk bangkit.



“Ini bukan sekadar penyerahan hewan kurban, tetapi bentuk empati dan kepedulian nyata kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar dr. Andria Saputra saat penyerahan bantuan.



Ia mengatakan, bantuan tersebut berasal dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan pengabdian sosial untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah, termasuk Pidie Jaya.



Momentum Iduladha tahun ini terasa berbeda bagi sebagian warga di kawasan terdampak. Setelah berbulan-bulan bergulat dengan dampak banjir dan longsor, kehadiran bantuan kurban memberi harapan baru sekaligus menghadirkan kebersamaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.



Warga menyebut bantuan tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan. Di tengah keterbatasan dan proses pemulihan yang masih berlangsung, perhatian dari berbagai pihak menjadi energi moral bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan.



Langkah IDI itu juga menuai apresiasi karena menunjukkan bahwa profesi dokter tidak hanya hadir di ruang pelayanan kesehatan, tetapi juga turun langsung dalam aksi sosial dan kemanusiaan saat masyarakat membutuhkan dukungan.



Di balik gema takbir Iduladha, penyaluran kurban itu menjadi pesan kuat tentang solidaritas, kepedulian, dan semangat berbagi kepada warga yang sedang bangkit dari bencana.(Pang) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image